Bukit Bagarurung Kuningan Longsor, 94 Warga Ciawitali Mengungsi

Material longsoran Bukit Bagarurung di Desa Cimenga Kecamatan Darma mendekati pemukiman warga sehingga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. FOTO: BPBD KUNINGAN FOR RADAR KUNINGAN
PANTAU LONGSOR: Material longsoran Bukit Bagarurung di Desa Cimenga Kecamatan Darma mendekati pemukiman warga sehingga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. FOTO: BPBD KUNINGAN FOR RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Sebanyak 94 warga RT 3 RW 2 Dusun Ciawitali, Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari ancaman tanah longsor dari Bukit Bagarurung, Senin (11/2).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengatakan, lapisan tanah di Bukit Bagarurung yang berada persis di atas pemukiman warga tersebut sebagian sudah longsor pada Minggu (10/2). Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka pihaknya berkoordinasi dengan aparat Desa Cimenga menginstruksikan warga penghuni 26 rumah di RT 3 untuk mengungsi ke rumah saudaranya yang lebih aman.

“Kami khawatir jika terjadi hujan lagi dengan intensitas tinggi dan durasi lama sangat mungkin terjadi longsor susulan. Untuk mencegah terjadi korban, maka seluruh warga penghuni 26 rumah di bawah Bukit Bagarurung di RT 3 untuk mengungsi ke tempat aman. Alhamdulillah warga sudah mengikuti anjuran kami mengungsi ke pemukiman warga di RT 2 yang lokasinya cukup aman,” ujarnya didampingi Pelaksana Kedaruratan Logistik BPBD Kabupaten Kuningan Sofyan.

Agus menerangkan, pergerakan tanah di Bukit Bagarurung menyebabkan longsor sepanjang 150 meter dengan ujung longsoran berjarak sekitar 250 meter ke pemukiman warga. Kondisi ini sangat rawan terjadi longsor susulan yang mengancam kehidupan masyarakat di bawahnya. “Ancaman longsor susulan bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu demi keselamatan warga, satu-satunya jalan adalah mengungsi,” terangnya.

Selain itu, kata Agus, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada aparat dan warga Desa Cimenga untuk terus waspada memantau kondisi bukit Bagarurung tersebut. Salah satunya bisa dengan menggerakkan warga melakukan ronda malam dan melaporkan setiap situasi yang terjadi.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Cimenga untuk memantau kondisi pergerakan tanah di sana. Warga yang mengungsi pun diimbau untuk tetap tenang dan jangan panik. Amankan barang berharga dan surat-surat penting sertifikat tanah, ijazah dan lainnya untuk jaga-jaga,” ujar Agus.

Namun demikian, Agus berharap longsor susulan jangan sampai terjadi. Adapun keberadaan pergerakan tanah yang terus mengancam pemukiman warga, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganannya termasuk melibatkan Badan Geologi untuk pertimbangan relokasi atau tidak. (fik)