Bulan Keempat Musim Kemarau, Waduk Darma Surut 17 Juta Kubik

waduk-darma-surut
SURUT: Petugas operasi dan pemeliharaan (OP) Waduk Darma Ahmad Musubun Zamanudin memantau kondisi air Waduk Darma yang semakin surut. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Memasuki bulan keempat musim kemarau tahun ini menyebabkan volume air Waduk Darma semakin surut. Saat ini volume air tersisa 19 juta meter kubik dari volume normal 36,5 juta meter kubik.

Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Waduk Darma Ahmad M Zamanudin mengatakan, sejak Agustus lalu pengeluaran air waduk Darma dibuka 3 meter kubik per detik. Ini akan dilakukan hingga akhir September ini untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian di wilayah Kuningan Timur dan sebagian wilayah Cirebon.

“Pengeluaran air untuk irigasi dilakukan bertahap, dari awal kemarau di kisaran 2 meter kubik per detik, sekarang sudah 3 kubik. Nanti setelah memasuki bulan Oktober biasanya akan mulai dikurangi menjadi 2,5 meter kubik per detik. Karena pertimbangan sudah mulai mendekati musim penghujan sekaligus untuk menjaga ketersediaan air Waduk Darma,” ujar Ahmad kepda Radar Kuningan.

Ahmad mengatakan, pengeluaran air Waduk Darma akan dihentikan saat volumenya sudah mencapai batas terendah atau dead storage yaitu 7,5 juta kubik. Pada saat debit air telah mencapai angka tersebut, maka penyaluran air untuk irigasi atau apa pun harus dihentikan. Selain untuk cadangan dan menjaga konstruksi bendungan, masa pengeringan juga dimanfaatkan untuk perawatan dan perbaikan saluran irigasi dari kebocoran atau kerusakan untuk menghadapi musim penghujan.

Keberadaan Waduk Darma yang tidak mempunyai sumber mata air dan hanya mengandalkan pasokan air dari Sungai Cinangka dan Darma Loka, kata Ahmad, membuat penyusutan air waduk tidak dapat dicegah. Selain dikeluarkan untuk kebutuhan irigasi, lanjutnya, air Waduk Darma juga dikeluarkan untuk kebutuhan PDAM. Ditambah rembesan dan penguapan menyebabkan volume air Waduk Darma terus menyusut.

“Mudah-mudahan saja musim kemarau tahun ini cepat berlalu. Sehingga air Waduk Darma bisa kembali normal dan lahan pertanian bisa kembali ditanami. Informasi dari BMKG, musim kemarau akan berakhir pada bulan Oktober. Namun saya dapat informasi beberapa daerah di Kuningan sempat ada yang sudah mengalami gerimis. Mudah-mudahan ini tanda musim hujan segera datang,” ujarnya.

Sementara itu, penyusutan debit air Waduk Darma juga terlihat dari garis air permukaan yang membekas pada dinding waduk yang semakin tinggi. Ditambah lagi mulai bermunculannya tanah timbul yang banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk bercocok tanam. (fik)

Berita Terkait