Bulan Puasa Pasar Bima Didominasi Pedagang Pakaian

LENGANG: Suasana di pasar dadakan Stadion Bima, Minggu (19/5). Selama Ramadan, area ini didominasi pedagang pakaian. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
LENGANG: Suasana di pasar dadakan Stadion Bima, Minggu (19/5). Selama Ramadan, area ini didominasi pedagang pakaian.FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON – Di bulan Ramadan, pasar dadakan Stadion Bima tak seramai biasanya. Pengunjung terlihat lebih leluasa untuk berjalan dan berbelanja. Padahal biasanya untuk berjalan saja sampai harus berdesakan.

Menurut salah satu pedagang pakaian, Lukman (50) di pekan kedua bulan puasa ini, pengunjung lebih ramai di banding pekan pertama Ramadan.

Kondisi ini biasa terjadi sepanjang bulan puasa. “Orang-orang malas keluar. Biasanya yang datang itu sekalian olahraga,” ucap Lukman, kepada Radar Cirebon, Minggu (19/5).

Dari pantauan Radar Cirebon, pasar dadakan Stadion Bima sudah ramai sejak pukul 06.00 pagi. Terdapat puluhan pedagang yang berjejer di kiri kanan jalan masuk stadion. Selain itu, di area parkir hingga di sekitar Loop Arena ada ratusan pedagang yang menggelar tenda tenda semi permanen.

Mereka menjual pakaian, aksesoris, perkakas dapur, perlengkapan rumah, ornamen rumah, peralatan olahraga hingga hewan peliharaan.

Lukman yang sudah setahunan berjualan di pasar dadakan mengungkapkan, selama Ramadan pedagang didominasi berjualan pakaian .Kebanyakan dari mereka adalah pedagang keliliing. Seperti Lukman yang sehari-hari berjualan berkeliling dari pasar ke pasar.

Setiap hari Jumat, Sabtu, Senin dan Selasa dirinya berjualan di Pasar Tegal Gubug. Sementara setiap hari Rabu ia berjualan di Pasar Gebang.

Dia berharap di pekan ketiga dan keempat, pengunjung yang datang bisa semakin banyak. “Mudah-mudahan minggu depan pengunjung tambah meningkat. Supaya ada tambahan buat lebaran,” harapnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Tati, pedagang yang berasal dari Kelurahan Sunyaragi.  Menurut pedagang busana muslim ini, sejak memasuki bulan puasa pengunjung yang datang berkurang. Pengunjung biasanya datang untuk berolahraga sambil menikmati beragam kuliner yang dijajakan.

Absenya pedagang kuliner membuat area Bima terlihat lebih longgar. Pada hari biasa, pedagang sampai memadati jalan Bima stadion hingga di area barat. (awr)

Berita Terkait