BUMDes Harus Miliki Satu Produk Unggulan

BERI ARAHAN: Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi mengajak kuwu untuk mendorong BUMDes agar memiliki satu produk unggulan, (14/3). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU
BERI ARAHAN: Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi mengajak kuwu untuk mendorong BUMDes agar memiliki satu produk unggulan, (14/3).FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi meminta agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat fokus pada satu produk unggulan.

Hal tersebut sesuai dengan program one village one product (OVOP) atau gerakan satu desa satu produk yang sedang digalakkan oleh pemerintah secara nasional.

OVOP sendiri bertujuan untuk meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat desa agar skala ekonomi usaha tercapai, kualitas produk meningkat, hingga pemasaran lebih besar.

Tidak saja berbasis pada keunggulan produk di desa tersebut namun juga mengarah kepada kemampuan sumber daya manusia dalam menciptakan nilai tambah.

“Keberadaan BUMDes dapat menjadi media pengembangan OVOP. Yang bisa menampung produk unggulan desa serta menjadi lembaga pemasar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang pada akhirnya menjadi sumber pendapatan desa itu sendiri,” kata Bupati Supendi saat kunjungan kerja di Kecamatan Bongas, kemarin.

Karena itu, pihaknya meminta para kuwu untuk memberdayakan keberadaan BUMDes di desanya masing-masing dan menjadi solusi kemajuan ekonomi warga.

Menurutnya, setiap kuwu harus berani berpikir out of the box, atau melakukan inovasi. Lewat OVOP, pengelola BUMDes juga dituntut untuk secara efektif memiliki spesifikasi khusus bidang usaha.

Dia mencontohkan salah satunya usaha kuliner tradisional khas desa. Sepengetahuannya, setiap desa di Indramayu memiliki makanan khas dengan cita rasa yang unik. Keunikan dari makanan inilah yang bisa dijadikan peluang bisnis.

“Ada gemblong, jalabia dan macam-macam jaburan tradisional khas daerah kita. Ini menjadi peluang usaha menjanjikan karena pemasarannya jelas. Sekaligus bisa mengangkat ekonomi pelaku usaha kecil di desa-desa. BUMDes tampung lalu memasarkannya,” terangnya. (kho)