Bupati Prihatin Warga Kuningan Jadi Pelaku Bom Samarinda

Bupati Kuningan, Acep Purnama.Foto: Dok radarcirebon.com

KUNINGAN – Bupati Kuningan Acep Purnama mengaku prihatin dan menyayangkan tampilnya kembali warga Kuningan disebut-sebut dalam aksi radikal sebagai pelaku bom Samarinda.

“Saya sangat prihatin dan menyayangkan ternyata pelaku bom Samarinda merupakan warga Kuningan. Namun seperti diketahui, pelaku sekarang sudah ber-KTP dari luar dan saya yakin dia juga mendapatkan ide untuk melakukan tindakan tidak terpuji tersebut dari luar bukan dari Kuningan,” kata Acep.

Menurut Bupati, pelaku bom bisa siapa saja dan berasal dari daerah manapun. Namun kebetulan, kali ini yang berperan merupakan warga  Kuningan.

Atas hal tersebut, kata Acep, tidak bisa dijadikan acuan dan menyimpulkan bahwa semua warga Kuningan adalah teroris atau pelaku bom. Melainkan hanya oknum yang mendapat paham dan ajakan dari luar untuk melakukan tercela tersebut.

Sebagai upaya Pemkab Kuningan mengantisipasi kejadian serupa kembali melibatkan warga Kuningan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan para ulama memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme dan terorisme sebagai musuh bersama.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku bom Samarinda bernama Joh alias Juhanda (32) merupakan warga Kuningan dari Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara dan pernah terlibat dalam jaringan kasus bom buku di Tangerang hingga menjalani masa tahanan selama tiga tahun lebih. Meski demikian, Juhanda diketahui tinggal di Kuningan bersama orang tuanya hingga lulus STM dan memutuskan merantau ke Jakarta sejak tahun 2007 silam. Sejak keberangkatannya ke Jakarta, Juhanda jarang berkomunikasi dengan orang tuanya dan kembali terdengar namanya saat terlibat dalam kasus bom buku dan yang terbaru sebagai pelaku bom Samarinda yang menewaskan seorang balita dan melukai tiga anak kecil lainnya. (taufik)