Bursa Cawapres Jokowi Prabowo, Ada Sosok Baru?

Direktur Saiful Mujani Research and Consulting Sirojuddin Abbas menilai, penyelenggaraan pemilu serentak punya andil membuat pemilihan presiden dan wakil presiden lebih dramatis.

Jadwal serentak ini, menurut dia, menyebabkan kerja pemenangan legislatif terkait erat dengan pemenangan eksekutif. Sumber kesulitan utama negosiasi cawapres bagi kedua kubu koalisi adalah soal dampak elektoral pasangan capres/cawapres ke partai politik.

“Partai-partai cukup grogi dengan efek ekor jas dari tokoh calon presiden atau wapres terhadap pilihan di legislatif,” kata Saiful Mujani , Rabu (8/8).

Abbas menilai, partai mana pun yang bisa menempatkan kadernya sebagai capres atau cawapres diyakini akan terkena efek elektoral positif. Keuntungan ini yang dinilai menggiurkan bagi parpol mana pun.

Alhasil, lanjut dia, partai-partai yang tidak terwakili sebagai capres atau cawapres membutuhkan konsesi yang sepadan. Bentuknya bisa beragam.

“Apakah dalam bentuk power sharing atau konsesi lainnya. Termasuk dukungan untuk melaksanakan kampanye,” Abbas berujar.

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Berita Terkait