Bursa Inovasi Desa Dongkrak Ekonomi dan Infrastruktur

Wisatawan melakukan swafoto di lokasi wisata baru yang dibuat Pemdes Ambulu. Berkat program inovasi ini mendongkrak ekonomi desa. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Wisatawan melakukan swafoto di lokasi wisata baru yang dibuat Pemdes Ambulu. Berkat program inovasi ini mendongkrak ekonomi desa. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus mendorong desa untuk maju dan unggul lewat program Bursa Inovasi Desa (BID). Melalui program inovasi yang digelar di Zona 1 Kecamatan Gebang, Pemkab Cirebon hendak mendongkrak tiga sektor yakni SDM, ekonomi dan infrastruktur desa.

Untuk inovasi bidang SDM, setidaknya ada 21 opsi yang bisa dipilih dan diimplementasikan di wilayah masing-masing, diantaranya PAUD gratis, Posbindu berbayar sampah, masyarakat tanggap bencana, sistem pengelolaan sampah berbasis IT, peningkatan SDM desa, produktif di usia senja atau lansia.

Sedangkan, inovasi lainnya di bidang ekonomi atau kewirausahaan adalah upaya peningkatan perekonomian masyarakat desa melalui program pemanfaatan lahan perkebunan menjadi tempat wisata edukasi, pengelolaan wisata melalui Bumdes, dan pemanfaatan drainase menjadi tempat budi daya ikan.

Salah satu desa yang sudah melakukan inovasi desa sektor ekonomi, adalah Desa Ambulu. Kuwu Desa Ambulu, Sunaji mengatakan, para kuwu bisa meniru atau menduplikasi program dari bursa inovasi desa tersebut supaya bisa diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi wilayahnya. “Banyak item yang bisa dipilih dan diambil unuk bisa diaplikasikan desa masing-masing. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan potensi desa,” ujar Sunaji.

Dijelaskannya, Desa Ambulu menjadi desa yang sudah melaksanakan program inovasi desa dengan membangun sektor wisata Caplok Barong yang pembangunannya bersumber dari dana desa dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat banyak.

Alhamdulillah, Ambulu sudah melakukan inovasi. Wisata kami sudah ramai sekali dan tentu mempu merangsang dan menjadi pusat ekonomi baru yang akhirnya keberadaannya bisa dirasakan dan membawa manfaat untuk masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Sunaji, untuk bidang inovasi infrastruktur ada beberapa menu yang bisa dipilih tergantung kebutuhan desa dan potensi desa yang ada diantaranya pembangunan lapangan sepak bola bertaraf internasional, pembangunan embung, inovasi perontok padi, tungku bakar sampah ramah lingkungan dan inovasi pompa air tanpa listrik.

“Desa jangan khawatir inovasi ini tidak ada dalam juklak juknis penggunaan dana desa, nantinya jika program inovasi itu dibutuhkan dan diperlukan maka pemkab akan membuat payung hukumnya,” ungkapnya. (dri)

Berita Terkait