Bursa Ketua KONI Kuningan Mulai Panas, Wabup Edo Disebut Bakal Maju

ILUSTRASI

KUNINGAN – Jelang dilangsungkannya musyawarah olahraga kabupaten (musorkab) KONI Kabupaten Kuningan Mei mendatang, muncul sejumlah nama yang disebut-sebut bakal bersaing menjadi ketua menggantikan Didi Sutardi. Ada nama Wabup M Ridho Suganda, Abung Sugiarto, Ade Petruk, Ika Purnama, dan Enay Sunaryo.

Untuk nama Wabup Edo-panggilan akrabnya, mulai menyeruak setelah diusung Ukas Suharfaputra yang menjabat sebagai ketua Pengcab IPSI Kabupaten Kuningan dan beberapa pengcab. Pengusungan ini dilakukan Ukas saat rapat internal KONI bersama pengcab di Aula Sekretariat KONI, pertengahan pekan lalu.

Semula, istri bupati Ika Purnama dikabarkan akan maju di bursa ketua KONI bersaing dengan kandidat lainnya. Sayangnya, Ika sudah menyatakan ketidaksiapannya untuk memimpin KONI Kabupaten Kuningan. Hal itu diungkapkan langsung Ika kepada Radar Kuningan, belum lama ini.

“Enggak, saya enggak akan maju (jadi ketua KONI, red). Saya kan sudah menjabat ketua Formi. Kemudian juga sudah banyak organisasi yang saya pegang. Jadi, saya tidak akan maju apalagi memimpin KONI. Biar yang lain saja jadi ketua KONI. Takutnya nanti enggak bisa menjalankan tugas,” sebut Ika yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan tersebut.

Sedangkan nama Wabup Edo disuarakan Ukas Suharfaputra dan beberapa pengcab. Alasan yang dikemukakan Ukas adalah sebagai pejabat publik, wabup bisa melakukan lobi terkait anggaran untuk KONI. Ukas meminta pengurus KONI untuk segera membentuk tim yang bertugas menanyakan kepada KONI Jawa Barat dan Pusat tentang boleh tidaknya pejabat publik menjadi ketua KONI di daerah.

“Kami meminta KONI untuk secepatnya membentuk tim yang harus segera bekerja. Tim ini bertugas melakukan koordinasi dan konsultasi menyangkut boleh tidaknya pejabat publik menjadi ketua KONI. Sebab ada kabupaten yang bupati atau wakil bupatinya menjabat sebagai ketua KONI. Keuntungan lainnya dari dijabatnya ketua KONI oleh pejabat publik seperti wabup, tentu akan memudahkan KONI dalam sisi anggaran nanti,” tegas Ukas saat itu.

Nama lainnya yang disebut akan maju yakni pengusaha papan atas Kuningan, Abung Sugiarto. Sahabat karib mantan bupati dua periode Aang Hamid Suganda, itu ternyata sudah hampir 20 tahun menjadi pengurus KONI. Saat ini, Abung menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua I KONI di bawah kepengurusan Didi Sutardi.

“Pak H Abung itu layak memimpin KONI. Dari segi pengalaman dan totalitas dalam membina cabang olahraga, tidak diragukan lagi. Sudah hampir 20 tahun dia berkecimpung di KONI. Saya rasa wajar jika kemudian H Abung maju di bursa ketua KONI untuk periode yang akan datang,” ujar Sujono yang menyatakan dukungannya terhadap majunya Abung.

Sedangkan dukungan terhadap H Enay Sunaryo dilontarkan Dedi Rohedi, Wakil Ketua Bidang Sarpras KONI, serta Bambang Suela. Menurut mantan anggota DPRD Kabupaten Kuningan tersebut, sosok Enay dibutuhkan untuk memimpin KONI pasca Didi lengser. Enay dianggap mampu merangkul semua cabang olahraga dan juga sikapnya yang mengedepankan kekeluargaan.

“Untuk kemampuan manajerial, saya kira H Enay memiliki kemampuan itu. Sebab, jabatan terakhir H Enay sebelum pensiun adalah kepala Dinas SDAP Kabupaten Kuningan. Dia juga mempunyai attitude yang cukup bagus. Selain itu, Enay juga aktif di kepengurusan KONI. Jadi, saya mendukung Enay,” tegas Dedi diamini Bambang Suela.

Terkait adanya anggapan dari salah satu ketua pengcab bahwa KONI jangan hanya dipegang pensiunan saja, mendapat reaksi keras dari Enay Sunaryo. Enay berpendapat, pensiunan juga mempunyai kemampuan dan sumbangsih besar dalam kemajuan olahraga di Kabupaten Kuningan.

“Pak Didi (ketua KONI, red) juga pensiunan. Dia berhasil membawa Kabupaten Kuningan menduduki posisi 9 besar di Porda lalu. Apa itu bukan prestasi? Apa ada jaminan jika ketua KONI bukan dari pensiunan, peringkat Kabupaten Kuningan akan melesat ke 5 besar di Porda yang akan datang? Kan belum tentu. Jadi, saya kira tidak usah disangkutpautkan KONI dengan pensiunan,” tandas Enay. (ags)

Bursa Ketua KONI

1. M Ridho Suganda

2. Hj Ika Purnama

3. H Abung Sugiarto

4. H Enay Sunaryo

5. H Ade Petruk

6. Cecep Hendie