Cari Air Bersih Warga Harus Antre Sejak Dini Hari

Ilustrasi-Krisis Air Bersih
Ilustrasi-Krisis Air Bersih

CIREBON-Warga RW 08 Cadas Ngampar, Kelurahan Argasunya, harus bekerja keras untuk mendapatkan air bersih. Sejak hujan tidak turun lagi, praktis mereka hanya mengandalkan air sumur. Namun sumber air andalan warga tersebut, debitnya sudah mulai menyusut.

Jaenah (50) warga RT 05 RW 08 Kopi Luhur terkadang harus berangkat pada pukul 02.00 Wib untuk mendapatkan air. Ia dan anaknya mendapatkan air dari sumur milik warga yang jaraknya cukup jauh. Berbekal jeriken ukuran 20 Liter, ia menyusuri jalan menurun menuju lokasi sumur. “Jalan kaki saja sudah terbiasa. Naik motor juga nggak bisa,” ujarnya.

Sudah empat bulan Jaenah dan warga lainya harus mengambil air dari sumur warga. Rata rata warga setempat tidak memiliki sumur pribadi, karena untuk membuatnya diperlukan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, untuk membuat sumur diperlukan kedalaman hingga 60 meter lebih.

Dalam seminggu mmemang ada beberapa kali bantuan yang diberikan. Tetapi kebanyakan untuk tempat ibadah dan juga sekolah. Untuk warga juga ada, tetapi jarang di dropping di dekat rumahnya. Biasanya mobil tangki dari pemerintah atau lembaga melakukan dropping di penampungan yang ada beberapa titik dan sudah ditentukan.

Namun, dia mengaku jarang mengambil karena biasanya harus mengantri cukup lama. Berbagi giliran dengan puluhan warga lainya. Jumlahnya juga belum tentu mencukupi. “Kalau dari bantuan kan antrenya lama. Jadi ya kalau perlu air, langsung ke sumur saja,” lanjutnya.

Ditemui di tempat terpisah, Lurah Argasunya, Dudung Abdul Barry mengatakan, untuk masalah kekeringan, pihaknya masih mengandalkan bantuan dari pemerintah. Selain itu beberapa perusahaan juga ikut membantu.

Di beberapa titik yang rawan terjadi kekeringan juga sudah dipasang penampungan dengan kapasitas 500-1.000 liter. “Dari PDAM sudah rutin. Seminggu dua atau tiga kali. Dari perusahaan juga sudah ada beberapa yang membantu,” katanya. (awr)