Casmita dan Action Figure Buatan Sendiri, Pakai Bahan Seng dan Kaleng Biskuit, Jadilah Gundam

Action figure Gundam buatan Casmita yang menggunakan bahan bekas. FOTO:DOK PRIBADI CASMITA FOR RADAR CIREBON
Action figure Gundam buatan Casmita yang menggunakan bahan bekas. FOTO:DOK PRIBADI CASMITA FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Bagi yang hobi mengoleksi action figure, Gundam dan Zoids pastinya sudah tak asing. Harganya lumayan tinggi. Tapi untuk yang kreatif, mereka coba buat sendiri. Supaya harganya jadi lebih bersahabat. Tapi tetap layak jadi koleksi.

Berawal dari hobi menonton film seputar robot, Casmita ketagihan membuat sendiri robot-robot yang sering dilihatnya di televisi. Terhitung sejak duduk di bangku kelas 8 SMP, ia memulai petualangannya dengan action figure.

Bermodalkan bahan-bahan sederhana yang dikumpulkannya sendiri di rumah. Casmita kecil mulai bermain dengan pola dan desain Zoids. Action figure yang satu ini berbentuk robot yang menyerupai hewan. Sejak saat itu lah, dengan tangannya sendiri dibuatnya satu persatu materi yang dikumpulkannya. “Dulu sukanya bikin robot hewan. Tapi melihat pasar dan teman-teman sesama pecinta action figure itu lebih banyak ke Gundam, mulai beralih jadi coba-coba buat Gundam juga,” tuturnya.

Barulah di tahun 2015, ia mulai belajar bagaimana membuat gundam sendiri. Gundam merupakan jenis action figure humanoid yang menyerupai manusia. Perbedaan antara action figure Zoids dan Gundam tersebut karena keduanya punya karakteristik masing-masing-masing.

Zoids memiliki karakteristik berbentuk hewan, sedangkan gundam berbentuk menyerupai manusia namun yang menjadi ciri khasnya ialah kepalanya yang berbeda dengan bentuk asil tubuhnya. “Memang lebih banyak yang suka gundam. Mungkin karena karakteristiknya itu cukup kuat ya,” ucapnya.

Dengan bahan-bahan sederhana, satu buah action figure Zoids maupun gundam bisa dibuatnya sendiri di rumah. Dalam berbebagai event pun sering dipamerkannya. Penampakannya tak kalah dengan yang dipajang di toko luaran sana. Padahal, ia hanya dengan bermodalkan lembaran seng atau bahkan kaleng bekas biskuit. Lembaran seng itu langsung dipotongnya mengikuti desain yang sudah dibuat. Atau juga bisa melihat dari action figure yang sudah ada.

Untuk desain Casmita lebih sering menggunakan buatan tangannya. Pola kadang dibuat dengan kertas yang kemudian disalinnya dengan media seng yang kemudian baru dibentuknya. Namun kadang, pola dengan kertas ini kurang cocok untuk pembuatan Zoids dan Gundam. “Kalau pola dengan kertas itu nggak bisa, karena dia pakai lem sedangkan saya bahan dasarnya seng jadi harus pakai kawat untuk merekatkanya,” terangnya.

Untuk satu buah Zoids maupun Gundam yang dibuatnya, Casmita mengaku paling lama pengerjaan bisa dilakukannya selama satu bulan. Saat itu salah satu gundamnya disertakan dengan lampu di dalamnya sehingga cukup memakan waktu dalam proses pembuatannya. Untuk kesulitannya sendiri, Casmita mengaku paling sering menemukan kesulitan kala membuat bagian kepala dan dada dari gundam karena harus berbeda dari bagian tubuhnya. “Yang lama itu justru bikin polanya,” ucapnya.

Saat ini baik Zoids maupun Gundam yang dibuatnya tersebut ia jual-belikan. Dirinya juga menerima pesanan bagi siapa saja yang ingin dibuatkan action figurenya sendiri. Untuk satu buah action figure jenis Zoids atau Gundam paling murah dijualnya Rp130 ribu dengan harga paling mahal Rp250 ribu saja. (myg)