Cegah C3, Polres Kuningan Razia di Perbatasan

RAZIA-PERBATASAN
RAZIA: Personel gabungan Polres Kuningan dan Kodim 0615 Kuningan razia kedendaraan roda dua dan roda empat di perbatasan. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Jajaran Polres Kuningan menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di ruas jalan raya perbatasan Kuningan-Cirebon tepatnya pertigaan Tugu Ikan Sampora,  kemarin sore (21/5). Kegiatan tersebut dalam rangka cipta kondisi Bulan Ramadan yang aman, nyaman dan tertib.

Razia yang melibatkan anggota Kodim 0615 Kuningan tersebut menyisir setiap kendaraan yang melintas. Satu persatu kendaraan baik roda dua maupun empat terutama kendaraan truk tertutup dan angkutan umum diberhentikan petugas untuk dilakukan pemeriksaan. Dengan teliti petugas memeriksa setiap penumpang dan bagasi kendaraan dari kemungkinan menyimpan barang terlarang sepeti senjata tajam, senjata api ataupun narkoba.

Kabag Ops Polres Kuningan Kompol Erawan Kusmayadi yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, razia ini dalam rangka cipta kondisi antisipasi kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) alias C3 serta antisipasi peredaran narkoba yang dapat mengganggu kesucian Ramadan. Adapun targetnya adalah setiap kendaraan baik roda dua maupun empat yang melintas dan memeriksa setiap barang bawaan.

“Operasi pekat melibatkan 60 personel dari Polres dan 10 anggota dari Kodim. Semua kendaraan diperiksa termasuk para penumpangnya dan barang bawaan, untuk antisipasi membawa barang-barang berbahaya dan terlarang seperti senjata tajam, senjata api, petasan, miras dan narkoba,” ungkap Erawan.

Namun Erawan membantah kegiatan razia tersebut dalam rangka penyekatan untuk menghadap kemungkinan ada pergerakan massa yang akan mengikuti kegiatan unjuk rasa di Jakarta tanggal 22 Mei hari ini. Menurut Erawan, pihaknya tidak melarang jika ada warga Kuningan yang ingin berangkat ke Jakarta untuk melakukan aksi karena merupakan hak seluruh warga negara untuk menyampaikan pendapatnya.

“Kalau ditemukan ada yang ingin berangkat ke Jakarta silakan saja. Tapi jika saat dilakukan pemeriksaan ternyata ditemukan senjata tajam, senpi atau barang berbahaya lainnya, maka urusannya lain lagi,” ujar Erawan.

Namun demikian, selama satu jam kegiatan razia digelar ternyata petugas tidak mendapatkan kendaraan yang membawa barang berbahaya tersebut. Kecuali beberapa pengendara motor yang melanggar aturan lalu lintas seperti tidak mengenakan helm dan tidak dilengkapi surat-surat sehingga terpaksa diberi sanksi tilang. (fik)

Berita Terkait