Cegah Makan Korban Lagi, Sungai Cisanggarung Dipasang Rambu Peringatan

Muspika Kecamatan Ciledug saat melakukan penanaman rambu di lokasi yang tak jauh dari tewasnya dua bocah. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Muspika Kecamatan Ciledug saat melakukan penanaman rambu di lokasi yang tak jauh dari tewasnya dua bocah. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON–Pemdes Ciledug Kulon dan Pemcam Ciledug akan memasang plang serta rambu peringatan agar masyarakat sekitar hati-hati ketika beraktivitas di sekitar lokasi tewasnya dua bocah warga setempat. Korban tersebut tenggelam di Sungai Cisanggarung, persis sehari sebelum hari H Idul Fitri.

Camat Ciledug H Solihin HS mengatakan, pemasangan plang dan rambu, bertujuan agar masyarakat sekitar waspada sehingga tidak ada korban susulan. “Pemasangan rambu itu penting dan sangat urgen. Kamai tidak mau ada korban lagi. Membangun rambu adalah langkah antisipasi cepat yang kita lakukan,” ujarnya.

Menurut dia, titik kejadian tersebut merupakan lokasi rawan karena ada penggerusan tanggul akibat arus Sungai Cisanggarung. Bahkan, beberapa kali air dari Cisanggarung sempat meluap di titik tersebut. “Kita lakukan penanaman cerucuk bambu di sekitar lokasi karena memang rawan terkikis dan longsor oleh arus air di Cisanggarung yang cukup deras. Harapan kita, setelah kejadian ini, ada perhatian lebih dari pemerintah, bahwa lokasi tersebut harus segara direvitalisasi karena rawan. Di sana juga tanggulnya rawan jebol,” harapnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Ciledug Kulon H Wawan Dermawan meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) untuk segera melakukan normalisasi dan memindahkan aliran sungai ke sisi selatan. Pasalnya, jalur sungai yang ada sekarang sangat mepet ke pemukiman dan membuat wilayah tersebut rawan longsor serta banjir.

“Dulu, letak sungai ini tidak di sini. Tapi karena sisi utara terkikis arus sungai, sehingga bergeser ke sisi utara, semakin dekat dengan pemukiman warga. Harusnya segera dinormalisasi, dikembalikan lagi seperti semula dengan cara digeser ke sisi selatan,” paparnya.

Sebelumnya, dua bocah warga Desa Ciledug Kulon tewas tenggelam di Sungai Cisanggarung, Selasa (4/6) sore. Data yang berhasil dihimpun, sebelum tenggelam, keduanya terlihat berenang di Sungai Cisanggarung. Namun, saat berenang tersebut, diduga korban tidak menyadari jika sungai tersebut cukup dalam meskipun debit Cisanggarung sedang turun.

“Korban meninggal ada dua. Sebenarnya saat renang di sungai itu, ada tiga anak. Yang satu selamat dan saat ini trauma. Yang dua korbna saat ini sudah dimakamkan,” beber Camat Ciledug H Solihin HS.

Terpisah, Kapolsek Pabuaran AKP Endang melalui Kanit Reskrim Ipda Taufan Alamsyah SH menuturkan bahwa salah satu saksi yang mengetahui kejadian tersebut adalah ayah dari Nizam, yang saat itu sedang memancing dengan jarak kurang lebih 100 meter dari TKP. Namun, karena tidak bisa berenang, saksi pun tidak bisa berbuat banyak dan berlari ke pemukiman untuk mencari pertolongan warga sekitar.

“Ayahnya ini sempat melakukan pertolongan. Tapi yang bersangkutan tidak bisa berenang dan terpaksa ke pemukiman mencari pertolongan. Setelah beberapa saat melakukan pencarian, kedua korban ditemukan di kedalaman empat meter dalam kondisi meninggal dunia,” pungkasnya. (dri)

Berita Terkait