Cirebon Jadi Primadona Investasi di Jawa

INVESTASI-PIXABAY
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

CIREBON – Pertumbuhan pembangunan di Kabupaten Cirebon terus berkembang. Daya pikatnya luar biasa. Strategis dan mudah di akses.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon Deni Agustin SE kepada Radar, kemarin. Menurut Deni, industri di  daerahnya sekarang ini terus mengalami perkembangan.

Hal itu, lanjutnya, bisa dilihat dari data jumlah industri kecil dan menengah (IKM) yang sekarang sudah mencapai 14.200-an. “Justru yang tumbuh berkembang lebih banyak adalah industri kecil dan menengah. Memang industri besar juga ada peningkatan, tapi dalam jumlah yang tidak banyak,” ujar Deni.

Menurutnya, selama ini Disdagin Kabupaten Cirebon terus melakukan upaya-upaya agar IKM-IKM terus berkembang. Sehingga, mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat dan juga menggerakan ekonomi daerah.

“Kita terus melakukan fasilitasi terhadap IKM-IKM kita terutama peningkatan SDM industrinya, terus kita beri pelatihan, kemudian kita fasilitasi standarisasi produknya agar lebih baik dan bisa diterima di market yang lebih luas,” tuturnya.

Selain itu, sambung Deni, pihaknya juga memfasilitasi kemasan yang dihasilkan para pelaku usaha IKM ini dan juga kaitan marketingnya pun diarahkan, baik secara offline maupun online. “IKM kita banyak yang bergerak di bidang makanan olahan, furniture, kerajinan, manufaktur, pertanian, perikanan dan lainnya,” imbuhnya.

Diakuinya, Cirebon ini potensinya sangat luar biasa. Bahkan, jumlah industri yang ada di Wilayah Ciayumajakuning, Kabupaten Cirebon adalah yang terbanyak. Dari mulai industri kecil, menengah, hingga industri yang besar.

Deni beharap, kedepan industri di daerahnya terus berkembang lagi. Dia juga mengaku optimistis perkembangan industri besar pun bisa terus terjadi di Kabupaten Cirebon.

Sebab, katanya, Cirebon memiliki keunggulan komperatif, terutama aksebilitasnya. Yakni Cirebon secara geografis ada di antara Jakarta, Semarang, dan Surabaya, di jalur yang sangat ramai. Selain memang mempunyai aksebilitas baik melalui pelabuhan, darat lewat tol, maupun udara.

“Saya kira, ke depan Kabupaten Cirebon akan menjadi primadona untuk investasi di Pulau Jawa ini. Karena memang suplai energinya juga mencukupi,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon, Suratmo menyampaikan, sesuai dengan Perda Nomor 7 tahun 2018, sebagai revisi Perda Nomor 17 tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menetapkan 10.000 hektare untuk kawasan industri.

Namun, katanya, dari jumlah luasan tersebut, berapa kuota untuk perwilayahnya masih dalam kajian oleh dinas teknis. “Nanti akan dilakukan kajian yang akan ditetapkan melalui Perda RDTR (Rencana Detail Tata Ruang, red) dan itu merupakan fungsi dari dinas teknis yakni DPUPR melalui Bidang Tata Ruang. Kalau kita, Bapelitbangda adalah perencanaan secara makro,” paparnya.

Untuk menentukan suatu wilayah atau kecamatan menjadi kawasan industri dengan skala besar, lanjutnya, memerlukan kajian yang mendalam. Tapi, katanya, jika secara kajian memungkinkan, seperti infrastrukturnya mendukung, maka dalam suatu wilayah atau kecamatan sampai luas 1.500 atau 2.000 hektare bisa ditetapkan.

Tapi, tambahnya, penentuan kawasan industri dengan skala besar di suatu wilayah harus melalui kajian yang matang, seperti Amdal, daya tampung dan daya dukungnya. (sam)