Cirebon Jadi Tuan Rumah PKN Ansor se-Indonesia

Cirebon akan menjadi tuan rumah PKN Ansor Se-Indonesia yang akan dilaksanakan pada awal Desember 2018. PKN adalah program kaderisasi lanjutan, setelah anggota sudah mengikuti PKD dan PKL. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Cirebon akan menjadi tuan rumah PKN Ansor Se-Indonesia yang akan dilaksanakan pada awal Desember 2018. PKN adalah program kaderisasi lanjutan, setelah anggota sudah mengikuti PKD dan PKL.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Sebagai bagian dari proses pengkaderan, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor dalam waktu dekat akan memanggil dan mengundang Ketua PW se-Indonesia sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang rencananya akan digelar di Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut disampaikan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cirebon HM Ujang Bustomi saat ditemui Radar Cirebon. Menurut Ujang, pihaknya sudah menerima surat resmi terkait pelaksanaan PKN yang rencananya akan dipusatkan di Cirebon.

“Perintahnya sudah turun. Kalau tidak ada halangan, bakal digelar di awal Desember 2018. Acaranya akan dilaksanakan selama beberapa hari. Untuk pesertanya dari informasi yang saya terima akan dihadiri sekitar 250 ketua PW se-Indonesia,” ujarnya.

Secara umum, tujuan PKN adalah untuk membentuk dan mewujudkan kader pemimpin yang memiliki wawasan, keahlian dan kecakapan tinggi. Sehingga dapat menjadi teladan dan pelopor dalam masyarakat. Kader dengan kualifikasi ini, berarti mereka mampu menjadi agen perubahan terdepan dalam masyarakat.

Dijelaskannya, setelah mengikuti PKN, para kader GP Ansor diharapkan dapat memiliki kesadaran tinggi terhadap tanggung jawab sosialnya. Dengan mengambil peran yang lebih luas melalui pengembangan potensi kepemimpinan dalam masyarakat.

Selain itu, kader juga memiliki keyakinan dan kesadaran yang kuat terhadap Islam Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) sebagai paradigma kepemimpinan di wilayah masing-masing.  “Yang paling penting adalah memiliki keyakinan dan kesadaran bahwa keterlibatannya di dalam organisasi Ansor, mampu menjadi perintis perubahan sosial bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

PKN ini, menurut Ujang, bisa diikuti anggota atau kader yang sebelumnya sudah menempuh jalur pendidikan, baik yang sudah mengikuti PKD maupun PKL. Hal ini menjadi syarat utama karena PKN merupakan jenjang lanjutan proses pengkaderan.

Dikatakan Ujang, Ansor selalu konsisten dalam proses pengkaderan secara berjenjang, berkelanjutan dan sistematis. Baik Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), maupun Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN).

Semua proses dan jenjang pengkaderan yang dilakukan GP Ansor ini, dimaksudkan agar para kader Ansor bisa berperan aktif di semua lini kehidupan masyarakat. Di mana pun ia berada, mampu beradaptasi dengan masyarakat lingkungannya. (dri)