Cirebon Power Incar Pembangunan PLTS

Presiden Direktur Cirebon Power Hisahiro Takeuchi menerima penghargaan ASEAN Engineering Achievement Awards di acara CAFEO 37. FOTO: CIREBON POWER FOR RADAR CIREBON
Presiden Direktur Cirebon Power Hisahiro Takeuchi menerima penghargaan ASEAN Engineering Achievement Awards di acara CAFEO 37.FOTO: CIREBON POWER FOR RADAR CIREBON

JAKARTA-Cirebon Power, perusahaan independen power producer yang mengoperasikan PLTU Cirebon 660 MW dan PLTU Cirebon II sebesar 1.000 MW mengincar pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Perusahaan patungan dari Jepang, Korea Selatan dan Indonesia tersebut sedang melakukan studi.

Presiden Direktur Cirebon Power Hisahiro Takeuchi mengatakan, mereka sedang menjajaki pembangunan PLTS karena memiliki lahan yang cukup. Menurutnya, Teknologi renewable adalah masa depan yang pasti dan akan menjadi kebutuhan dunia, mengingat energi baru terbarukan juga mengaplikasikan teknologi yang ramah lingkungan.

“Saat ini kami juga mulai melakukan studi dan kajian untuk menjajaki peluang itu (energy baru terbarukan), apalagi kami memiliki lahan yang cukup luas dan memungkinkan untuk dikembangkan,” kata Hisahiro, Senin (16/9).

Selain peluang dan kebutuhan di masa depan, lanjut Hisahiro, pembangunan energi baru terbarukan juga untuk pelestarian lingkungan, karena mengedepankan teknologi ramah lingkungan. “Ini sejalan dengan program Cirebon Power yang berkomitmen dalam pelestarian lingkungan,” tandasnya.

Bahkan, Cirebon Power terbukti dalam menjaga pelestarian lingkungan dengan mendapatkan banyak penghargaan di dalam negeri dan luar negeri. Jumat lalu (13/9), Cirebon Power mendapatkan penghargaan ASEAN Engineering Achievement Awards di acara Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) 37 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Penghargaan itu diterima oleh Presiden Direktur Cirebon Power Hisahiro Takeuchi. Beberapa perusahaan besar lainnya juga memenangkan award.  CAFEO 37 di Indonesia adalah ajang perayaan atas pencapaian dan kontribusi para insinyur ASEAN sebagai yang terdepan dalam percepatan pertumbuhan kawasan.

Peran para insinyur ASEAN sangat penting untuk membuka jalan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan ASEAN melalui membangun dan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pemerataan dan kemakmuran.

Penghargaan itu bukan kali pertama yang diraih oleh Cirebon Power tentang pelestarian dan menjaga lingkungan. Bahkan, tahun lalu di Singapore CAFEO 36, Cirebon Power juga mendapatkan penghargaan tentang lingkungan. Cirebon Power juga menerima Indonesia Best Electricity Award (IBEA) sebagai perusahaan yang paling peduli dengan kelestarian lingkungan, pada tahun lalu.

Presiden Direktur Cirebon Power Hisahiro Takeuchi mengatakan, penghargaan ini menjadi verifikasi atas komitmen dan konsistensi Cirebon Power untuk menerapkan program pemeliharaan dan peningkatan kualitas lingkungan di kawasan pembangkit.

“Asia Tenggara mengapresiasi engineering achievement di bidang pemeliharaan lingkungan. Ini adalah bukti nyata, dan kami akan terus berupaya meningkatkannya,” katanya menjawab wartawan di sela acara penyerahan penghargaan.

Lebih lanjut, dikatakan Hisahiro, dua pembangkit listrik Cirebon Power menggunakan teknologi batubara bersih yang terbukti dapat menekan emisi. Selain itu, teknologi batu bara bersih juga terbukti meningkatkan beberapa indikator kualitas lingkungan yang semakin baik.

Program ini, ungkapnya, disebut sebagai A Harmony of Advance Technology and Green Commitment for Sustainable Environment. “Kami pun selalu bekerjasama dengan masyarakat untuk melakukan penghijauan. Di kawasan pembangkit kami dan sekitarnya, anda bisa melihat lingkungan yang hijau, dan langit biru,” katanya.

PROGRES PLTU CIREBON II

Dalam kesempatan itu, Hisahiro juga menjelaskan progress pembangkit listrik PLTU Cirebon Power II yang sedang dibangun dan merupakan bagian dari 35.000 MW. Menurutnya, pembangunan proyek itu sudah mencapai 61%.

“Konsentrasi kami saatini pada pekerjaan konstruksi fisik, dan manufacturing beberapa fasilitas utama pembangkit. Semuanya berjalan dengan optimal, untuk memenuhi target operasional atau COD pada tahun 2022,” jelasnya. (rls)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait