Cirebon Power Raih Green Era Award Sustainability di Portugal

CIREBON-POWER-GREEN-ERA-SUSTAINABILITY
PENGHARGAAN INTERNASIONAL: Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto (kanan) menerima penghargaan The Green Era Award for Sustainability dari lembaga internasional Otherways Management and Consulting Association di Lisabon, Portugal, Senin (12/2). CIREBON POWER FOR RADAR CIREBON

JAKARTA – Cirebon Power dinilai berhasil menjadi pelopor energi bersih di Indonesia. Atas kiprahnya menerapkan teknologi batu bara bersih, konsorsium pembangkit listrik tersebut menerima penghargaan “The Green Era Award for Sustainability” dari lembaga internasional Otherways’ Management and Consulting Association di Lisabon, Portugal.

The Green Era Award for Sustainability diberikan kepada perusahaan, lembaga dan perorangan yang dipilih juri atas pencapaian di bidang teknologi ramah lingkungan, inovasi, kualitas manajemen, serta praktik industri yang berkelanjutan.

Penghargaan tersebut langsung diterima Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto di depan 100 Pengusaha yang mewakili perusahaan dari 35 negara, Senin (11/2).

“Kami berkomitmen terhadap green sustainability. Karena itu sejak awal kami memastikan jadi pelopor teknologi batu bara bersih,” ujar Heru, dalam siaran pers yang diterima Radar Cirebon, Selasa (12/2).

Penghargaan di Portugal ini menjadi sebuah apresiasi dengan menambah koleksi penghargaan yang diraih Cirebon Power. Pada akhir tahun lalu, Cirebon Power menerima 7 penghargaan, di antaranya 3 predikat Platinum dan Emas dari Indonesian Sustainable Development Award (ISDA) 2018.

Kemudian penghargaan internasional, The Best Pioneer In Utilization of Clean Coal Technology in The Country di ajang ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award 2018 di Singapura.

Perusahaan pembangkit listrik itu juga memenangkan penghargaan khusus The Best Environmentally Concerned Company, atau perusahan yang paling peduli pada kelestarian lingkungan, dalam ajang Indonesia Best Electricity Award 2018.

Dua penghargaan di atas diraih dalam dua hari berturut-turut 14 November dan 15 November 2018.

Cirebon Power merupakan konsorsium pengembang pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi batu bara bersih.  Cirebon Power mengoperasikan PLTU Cirebon berkapasitas 660 MW sejak 2012.

Pembangkit yang paling awal menerapkan teknologi super critical ini, memproduksi 5 TWh listrik setiap tahunnya. Atau setara dengan daya listrik bagi satu juta rumah.

Perusahaan itu juga tengah membangun pembangkit kedua dengan kapasitas 1.000 MW. Pembangkit yang ditargetkan beroperasi pada 2022 itu, akan menggunakan teknologi yang lebih maju dan bersih, yaitu Ultra Super Critical.

Proses pembangunan pembangkit itu kini telah mencapai 24 persen. Targetnya, akan beroperasi pada tahun 2022 untuk memperkuat suplai listrik di Grid Jawa-Madura-Bali (Jamali).

Heru mengatakan, Cirebon Power juga akan menggunakan teknologi mutakhir dan siap menjadi pilot project Industry 4.0. Program ini menyambut tujuan pemerintah untuk menciptakan industri digitalisasi.

Sementara itu, Cirebon Power juga telah menyatakan komitmennya untuk menekan emisi dan menahan efek gas rumah kaca. Emisi pembangkit jauh di bawah ambang batas pemerintah. Bahkan, berada di posisi puncak dari seluruh pembangkit ramah lingkungan.

“Kami ada di top 25 persen National Emission of CFPP. Kami juga berhasil menekan gas rumah kaca selalu di bawah 1.00 kg CO2 eq/KWh yang ditentukan sebagai nilai optimal dalam industri pembangkitan listrik,” ungkap Heru.

Dalam menjalankan green sustainability, Cirebon Power juga melibatkan masyarakat sekitar pembangkit. Menurut Heru, pemberdayaan masyarakat tak hanya sekadar tanggung jawab sosial, namun satu upaya untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar pembangkit.

Cirebon Power mendukung lebih dari 1.000 usaha mikro dan usaha kecil untuk berkembang, dan menggandeng nelayan serta warga pencinta lingkungan untuk menghijaukan pesisir Cirebon. Di sektor pendidikan, juga menggagas vokasi ketenagalistrikan pertama untuk mencetak tenaga terampil, serta mendorong semangat belajar belasan ribu siswa sekolah dasar.

Ajang penghargaan The Green Era Award for Sustainability & The Green Economic Forum adalah forum dan kompetisi yang digelar setiap tahun oleh Otherways’ Management and Consulting Association yang berpusat di Paris, Perancis.

Lembaga riset dan konsultasi itu memfokuskan diri pada upaya pengembangan bisnis dan industri yang berkesinambungan, manajemen proyek, sistem informasi, dan perencanaan bisnis, dengan ribuan anggota dari bermacam latar belakang perusahaan, lembaga pemerintah, industri energi terbarukan, lembaga lingkungan, dan lainnya dari seluruh dunia. (yud/rls)