Cirebon Terapkan Aplikasi Petani Go Online

Plt Bupati Cirebon Drs H Imron Rosyadi MAg
Plt Bupati Cirebon Drs H Imron Rosyadi MAg

CIREBON – Aplikasi Petani Go Online merupakan terobosan strategis bidang pertanian di era teknologi. Implementasi tersebut, sudah mulai diterapkan di Kabupaten Cirebon. Beberapa desa mulai menerapkan itu, salah satunya Desa Palimanan, Pegagan, Susukan, dan Waled.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr Ir Ali Effendi MM mengatakan, sejumlah desa di sebagian kecamatan di Kabupaten Cirebon, sudah terhubung dengan aplikasi Pusat Penyuluh Desa (Pusluhdes) yang terhubung dengan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, dengan aplikasi Petani Go Online ini, akan mempermudah kinerja petani dalam pendataan dan informasi tentang pertanian. Seperti harga komoditas, rencana produksi, hingga berbagai cara mudah memasarkan produk pertanian. Sehingga, semakin mempermudah dalam pemasaran hasil pertanian.

“Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pertanian ke depan juga diharapkan akan mampu meningkatkan minat kaum muda menjadi petani,” ujar Ali kepada Radar Cirebon, usai membuka kegiatan pasar tani dan penyerahan bantuan alat pertanian di belakang Dinas Pertanian, kemarin (13/8).

Dia menjelaskan, adanya aplikasi itu, para kelompok tani bisa berkomunikasi tatap muka secara langsung dengan pemerintah kabupaten, provinsi, dan Kementerian Pertanian, melalui video conference.

“Intinya, dapat memudahkan para petani menerima dan menyampaikan informasi seputar pertanian dari mulai hulu hingga hilir. Tanpa harus mendatangi pusat pemerintahan untuk memberikan informasi. Contohnya, masalah kekeringan pun disampaikan secara cepat. Jadi nantinya, para petani bisa meningkatkan hasil produksi,” katanya.

Sementara itu, Plt Bupati Cirebon, Drs H Imron Rosyadi MAg mengatakan, adanya teknologi online saat ini, para petani di Kabupaten Cirebon memiliki kesempatan untuk mendapatkan pasar yang lebih luas serta menjangkau lebih banyak konsumen.

“Masyarakat pun bisa mendapatkan hasil tani yang diinginkan. Meskipun hanya memesan dari rumah. Ini sudah zaman modern,” imbuhnya.

Imron mengatakan, beberapa produk unggulan hasil pertanian di Kabupaten Cirebon yang paling banyak diminati pasar luar, yakni komoditas padi dan buah mangga. “Beras yang dikirim ke Jakarta, paling banyak itu dari Cirebon,” kata Imron.

Di Kabupaten Cirebon saat ini, sejumlah petani sudah memanfaatkan jaringan online untuk menjual produk pertanian. Maka dari itu, pihaknya akan terus mendukung para petani yang mau mengikuti perkembangan zaman.

“Karena itu, kami menganjurkan kepada seluruh petani untuk berkonsultasi dengan Dinas Pertanian yang memiliki program penyuluhan secara online. Sehingga, petani bisa memasarkan secara tepat. Yang sekarang menjual offline agar beralih juga ke online. Kami akan terus dorong untuk kemajuan petani,” pungkasnya. (sam)