City of Thousand Pilgrimage Sudah Cocok? Turis Mancanegara Bisa Salah Paham

ilustrasi

CIREBON-City of Pilgrimage muncul dalam Road Map Pariwisata Kota Cirebon. Meskipun signing ini baru sebatas draf. Namun telah menghadirkan pro kontra di masyarakat. Apalagi ketika tagline ini mengggunakan bahasa Inggris. Yang istilahnya juga perlu dikaji. Agar tidak membuat turis nantinya salah paham.

Akademisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sumadi SS MHum menilai, Tagline City of Thousand Pilgrimage untuk branding pariwisata kota Cirebon dinilai kurang cocok. Menurutnya, kata Pilgrimage secara Native English sudah merujuk kepada ritual ibadah tertentu seperti ibadah haji untuk umat Islam. “Jadi pilgrimage itu lebih ke ziarah spiritual. Kata pilgrimage itu lebih tepat untuk naik Haji. Atau ke Yerusalem untuk umat Kristiani,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Selain itu dari sisi penggunaan, pilgrimage tidak tepat untuk digunakan dalam kepariwisataan. Kalaupun ingin mengakomodir wisata ziarah, Sumari menyarankan agar menggunakan religious tourism. Seperti di Georgia, Amerika Serikat. Yang menggunakan tagline Georgia Religious Tourism. “Jadi dari pola yang sudah ada, penggunaan religious tourism itu lebih umum,” imbuhnya.

Tapi, ia juga menyarankan untuk mengidentifikasi ulang. Mengingat yang ditawarkan Cirebon bukan sekadar wisata ziarah. Mengingat Kota Cirebon mengusung nilai-nilai sejarah. Baik dari keraton maupun kolonial.

Sehingga untuk turis, yang menarik untuk dijual kepada mereka ialah aspek peninggalan seharahnya (heritage). Bukan pada ritualnya. Kembali ke kata pilgrimage, Sumadi menyebtukan, pemaknaannya justru kepada ritual. Bukan kepada peninggalan sejarahnya dan atraksi budaya.

Akademisi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unswagati, Wendi Kusriandi SS MPd menilai tagline ini merupakan sesuatu yang vital. Ia mencontohkan The Gate of Secret. Menurutnya secara makna, masih terlalu luas. Kurang tepat untuk mendeskripsikan pariwisata di Kota Cirebon.

Kata secret dalam tagline tersebut memiliki makna yang universal. “Secret di sini mau diartikan ke mana? Suatu sumber daya yang masih belum terungkap? Atau budaya yang belum terungkap atau apa? Sangat luas,” tuturnya. (apr)