Curug Genclang, Wisata Sembilan Air Terjun

Para pengunjung menikmati obyek wisata alam Curug Remis atau Curug Genclang di Blok Sawiah, Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran. FOTO:BUDHI HARYANTO/RADAR MAJALENGKA
Para pengunjung menikmati obyek wisata alam Curug Remis atau Curug Genclang di Blok Sawiah, Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran.FOTO:BUDHI HARYANTO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Bingung ingin liburan rakhir pekan ke mana? Bagi penikmat wisata alam dan air, Curug Genclang bisa jadi salah satu referensi. Terletak di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Curug Genclang ini menyajikan sembilan air terjun yang berasal dari aliran Sungai Cigenclang.

Keberadaan Curug Genclang ini semakin melengkapi destinasi wisata yang ada di Desa Sangiang, yakni Situ Sangiang dan Makam Keramat Sunan Parung. Belum lagi, kawasan ini terdiri dari perbukitan yang menyajikan suasana pegunungan. Sejuk dan memanjakan mata!

Curug Genclang memiliki beberapa nama. Ada yang menyebutnya Curug Sawiah. Ada pula yang menyebutnya Curug Remis. Dari ketiga nama itu, yang paling populer di kalangan masyarakat adalah Curug Remis.  Dari puncak curug ini, pengunjung bisa melihat bendungan Jatigede dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang ada di Kertajati.

Curug Genclang berada di tengah-tengah jalur pendakian Gunung Ciremai via Apuy dan Palutungan. Jika diteruskan mengikuti aliran sungai, pengunjung akan bertemu dengan jalur pendakian Ciremai via Apuy.

Sebagai obyek wisata yang baru dikenal, pembenahan masih harus dilakukan. Belum lama ini, jalur tracking yang cukup panjang dan sulit telah dipasangan pembatas dan pegangan. Pada titik yang dianggap sulit, serta padat dan curam, trek dibuat menyerupai tangga.

Pjs Kepala Desa Sangiang, Ujang Sumarjo menuturkan, untuk bisa sampai ke Blok Sawiah, paling mudah dari arah Alun-alun Majalengka menuju Kecamatan Maja lanjut ke arah wilayah Desa Girimulya-Desa Sangiang Kecamatan Banjaran. Sebelum memasuki  wilayah ibu kota Desa Sangiang ambil jalur arah kiri dan langsung lurus menuju ke arah Blok Sawiah Desa Sangiang.

“Sekarang, jalannya sudah dibangun dan bisa dilintasi kendaraan roda empat. Sehingga memudahkan para penngunjung,”  pungkasnya. (har)