Dani Bertekad Majukan Industri Pariwisata Kuningan

bus-wisata-kemuning
PEMERINTAH Kabupaten Kuningan resmi meluncurkan bus pariwisata yang diberi nama Bus Kemuning yang berarti Keliling Wisata Mutar Kuningan (Kemuning), Senin (27/5) pagi. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Ketua Insan Pariwisata Indonesia (IPI) wilayah Kuningan Raya Dani Iskandar bertekad akan memajukan industri pariwisata di Kabupaten Kuningan. Komitmen ini tertuang dalam visi misi kepengurusan DPW IPI Kuningan, untuk memacu perkembangan industri jasa usaha pariwisata di Kuningan dan wilayah III Cirebon.

“Visi kita yakni terwujudnya Kuningan Raya sebagai tujuan destinasi wisata yang unggul dan berkelanjutan. Tentunya, perlu dukungan semua stakeholder baik eksekutif maupun legislatif dan para pelaku jasa usaha pariwisata,” kata Ketua DPW IPI Kuningan Raya Dani Iskandar saat memberikan keterangan persnya, Senin (3/6).

Menurut Dani, untuk mewujudkan visi itu perlu adanya misi yang akan diperjuangkan IPI Kuningan. Di antaranya yakni memberdayakan peran anggota sebagai pelaku utama jasa usaha pariwisata, dalam pengembangan kepariwisataan di Kuningan Raya.

“Selain itu, kita optimalkan potensi wisata baik budaya, sejarah, religi, objek wisata dan edukasi sebagai destinasi unggulan. Sekaligus kita persiapkan industri kepariwisataan Kuningan Raya, agar siap menyambut teknologi 4.0,” jelasnya.

Dia menyebutkan, ada delapan program kerja unggulan IPI Kuningan yang akan dilakukan pada kepengurusan tahun 2019-2022. Pertama yakni menyelenggarakan Linggarjati Travel Fair ke-IV, dan ikut serta dalam menyemarakkan event internasional Tour de Linggarjati.

“Kita juga ingin memberikan pelatihan tour leader and tour guiding, menyelenggarakan workshop atau seminar kepariwisataan, melakukan kunjungan silaturahmi dengan seluruh para pelaku jasa usaha kepariwisataan, dan menjalin kemitraan dengan berbagai stakeholder. Selain itu, kita akan melakukan promosi wisata Kuningan melalui expo, travel exchange dan lainnya, serta membantu pemerintah dalam meningkatkan PAD melalui peningkatan kunjungan wisatawan,” papar dia.

Agar semua terwujud, lanjut Dania, harus ada penguatan organisasi secara internal. Perlu juga membangun kerja sama dengan semua stakeholders pelaku pariwisata yang ada di wilayah III Cirebon.

“Hal itu penting dalam rangka upaya pengembangan industri kepariwisataan di Kuningan maupun wilayah III Cirebon. Sehingga jika industri pariwisata bisa terus berkembang, maka secara tidak langsung akan menggerakkan perekonomian masyarakat,” tandasnya. (ags)

Berita Terkait