Dapat Bantuan Rp10 Juta, Korban Bencana Panguragan Mulai Bangun Rumah

Beberapa orang warga sedang bahu-membahu membuat fondasi rumah. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
Beberapa orang warga sedang bahu-membahu membuat fondasi rumah.FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Penerima bantuan perbaikan rumah yang rusak berat akibat bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu, sedang dalam pembangunan. Besaran bantuan sebanyak Rp10 juta untuk membangun kembali rumah para korban, dinilai masih sangat kurang.

Saat Radar Cirebon  berkunjung ke lokasi di Blok 3 Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon terlihat beberapa orang sedang bahu-membahu membuat fondasi rumah. Tenda darurat yang sebelumnya dihuni keluarga tersebut, dipindahkan tidak jauh dari rumah mereka yang sedang dibangun. Karena berada di tempat basah dan lembab, mereka memutuskan untuk tinggal di rumah tetangganya milik Aminah (54), sekitar 6 meter dari lokasi berdirinya tenda.

Salah satu penghuni rumah, Rosyid (32) menuturkan, bantuan Rp 10 juta yang ia terima, masih kurang karena ia harus membangun rumahnya dari awal. Lebih lanjut, ia mengatakan, pembangunan rumah tersebut dilakukan oleh beberapa anggota keluarga dan saudara-saudaranya. Ia juga memaparkan, uang Rp10 juta itu dipergunakan untuk membeli bahan material seperti batu bata, semen, dan pasir. Rumah dengan lebar 5 meter dan panjang 9 meter itu, nantinya akan dihuni oleh delapan anggota keluarga dari 4 KK.

“Bantuan yang diberikan Rp10 juta dan sudah saya belikan material. Masih kurang pasir dan semen. Saya yang biasa membangun rumah orang aja minimal habis Rp35 juta, itu hanya sekadar berdiri,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Sambil berharap bantuan dari orang lain, Rosyid tetap memutuskan membangun huniannya. Kemarin (10/1), merupakan hari pertama dibangunnya rumah tersebut. Selain bersama keluarga dan saudara-saudaranya, terlihat Front Pembela Islam (FPI) Cirebon, membantu dalam percepatan pembangunan. Selain memberikan bantuan tenaga, dikatakan Rosyid, FPI juga yang telah menyumbangkan bahan material seperti genteng dan kusen.

Salah satu anggota keluarga lainnya, Mariah (28) mengaku, ingin segera menempati rumah barunya, meski tidak tahu pasti kapan akan selesai karena dana yang belum mencukupi. “Nggak enak kalau numpang terus. Cuman ya mau gimana lagi. Pengennya cepet selesai dan ditempati. Apalagi sekarang musim hujan,”  tutur Mariah.  (ade)