Dengan 3,5 Gram Emas Sudah Dapat Porsi Haji

Deputi Bisnis Area PT Pegadaian, Dwi Santoso memaparkan program Arrum Haji, di Islamic Center, Selasa (20/8). FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
Deputi Bisnis Area PT Pegadaian, Dwi Santoso memaparkan program Arrum Haji, di Islamic Center, Selasa (20/8).FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON-PT Pegadaian (Persero) semakin serius menggarap lini bisnis syariah. Bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), PT Pegadaian memfasilitasi umat Muslim yang hendak berhaji agar memperoleh kemudahan.

Deputi Bisnis Area PT Pegadaian Dwi Santoso menjelaskan hanya dengan tabungan emas sebesar 3,5 gram atau sekitar Rp1,9 juta sudah bisa mendaftar haji melalui program Arrum Haji. “Arrum haji ini merupakan untuk mendapatkan porsi haji secara syariah mudah,” ungkapnya usai mengisi Seminar Literasi Arrum Haji Pegadaian di Islamic Center Kota Cirebon, Selasa (20/8).

Sebagai informasi, bila mendaftar haji melalui bank, nasabah sedikitnya harus memiliki tabungan sebesar Rp25 juta. Itu merupakan syarat pendaftaran haji reguler, kemudian pembayaran setoran BPIH ke rekening Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendapatkan nomor porsi haji reguler.

Namun dengan program Arrum Haji, nasabah bisa mendapatkan porsi haji dengan menyerahkan logam mulia seberat 3,5 gram atau bila diuangkan setara dengan Rp1,9-2 juta. Nasabah juga dikenakan biaya administrasi sebesar Rp270 ribu dan biaya pembukaan Tabungan haji sebesar Rp500 ribu.

“Hanya dengan sekitar Rp3 Juta nasabah sudah mendapatkan porsi haji. Setelah itu bisa memilih angsuran sesuai dengan kemampuan. Kalau dihitung, kira-kira menyisihkan uangnya Rp20 ribu perhari untuk bisa naik haji,” tuturnya.

Namun begitu, nasabah juga harus memenuhi persyaratan administrasi yang diberlakukan oleh Kementerian Agama. Diantaranya menyerahkan dokumen administrasi kependudukan, pas foto, surat keterangan puskesmas dan surat keterangan domisili.

Dwi mengatakan pihaknya juga fokus untuk mengembangkan bisnis syariah melalui produk-produk gadai syariah (rahn), pembiayaan usaha mikro secara syariah (ARRUM), pembiayaan porsi haji (ARRUM Haji), pembiayaan pemilikan kendaraan bermotor (Amanah), gadai tanpa bunga (Rahn Hasan), dan gadai sertifikat (Rahn Tasyjily Tanah). (awr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait