Densus 88 Tangani Pelaku Perampokan Toko Emas di Magetan, Amankan Satu Keluarga di Madiun

Sajam hingga buku Panduan Merakit Bom diamankan dari terduga teroris Madiun (IST)

MADIUN-Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan satu keluarga terduga teroris, Yunus Trianto (41) dan istrinya, dari Dusun Klicang Wetan RT-66/RW-10, Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Minggu (25/8/2019). Yunus Trianto sehari sebelumnya, beraksi di siang hari, Sabtu (24/8) pelaku nyaris dihajar massa saat menuju motornya yang diparkir di depan toko. Polisi yang berjaga di sekitar lokasi langsung mengamankan pelaku dari amukan massa.

Namun saat diperiksa, pelaku rupanya membawa kaleng bekas cat yang ada sumbunya, mirip peledak rakitan. Densus 88 pun mendatangi rumahnya di Desa Sukolilo Kecamatan Jiwan dan kios Pasar Sumur Tiban, Desa Kincang Wetan, Madiun. Bahkan rumah orangtua pelaku turut digeledah densus 88.

Dari penggeledahan itu, densus menyita beberapa senjata tajam. Di antaranya berupa tombak, panah, senjata laras panjang, kabel rakitan, dan puluhan keping CD. YT diduga seorang teroris.

Sekarang ini rumah itu dikelilingi garis polisi (police line). Densus sebelumnya juga menggeledah kios dan gudang milik Yunus Trianto di kawasan Pasar Sumur Tiban, Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabuaten Madiun. Seluruh pintu kios terkunci gembok dan dipasang police line sehingga selain petugas Densus dilarang membuka karena masih dalam penyelidikan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (26/8/2019) tadi pagi mengungkapkan, bahwa dalam catatan kepolisian Polres Madiun, terduga teroris Yunus Trianto yang merampok toko emas di Magetan itu pernah terlibat kasus penusukan Bupati Madiun Muhtarom, pada 2009 yang silam dengan menggunakan obeng. Yusun Trianto menusuk perut Bupati dengan alasan kecewa atas janji kampanye Muhtaorm bakal segera mengaspal jalan desa tempatnya bermukim yang tidak direalisasikan. Beruntung bupati hanya mengalami luka gosong dan tidak tembus ke perutnya.

Sementara itu sebelumnya, Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Rifai menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan seorang saksi mata Wahyu Satrio di lokasi sekitar toko emas yang dirampok, mengatakan, bahwa pelaku beraksi bersama seorang temannya yang berhasil kabur. Pihaknya kini mem-back up Densus 88 untuk mengembangkan dugaan aksi perampokan yang melibatkan terduga teroris di Kabupaten Magetan itu terkait dengan kepentingan memenuhi ketersediaan dana operasional teror selama ini. (*)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait