Desa Gelok Mulya Waspada DBD, Minta Dinkes Bergerak Lakukan Fogging

DBD-PIXABAY
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

MAJALENGKA – Peralihan musim hujan ke kemarau menjadi ancaman serius bagi masyarakat Desa Gelok Mulya, Kecamatan Sumberjaya. Hal ini menyusul adanya satu warga yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) beberapa pekan lalu.

Kepala Desa Gelok Mulya, Wawan Sutiawan mengungkapkan, di musim pancaroba ini, wilayahnya terserang DBD.  Kasus ini menjadi serius dan harus diwaspadai. Hal ini seiring munculnya surat pemberitahuan dari pihak RS Sumber Waras yang telah merawat seorang pasien atas nama Raka (11) warga Blok Neblo RT 01 RW 02. Raka didiagnosis positif DBD pada 27 Mei lalu.

Wawan mensinyalir penyebab wilayahnya terserang DBD karena pola hidup masyarakat yang belum paham tentang kebersihan lingkungan. Dia pun menyayangkan karena selama ini belum ada bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Ia juga menyayangkan fogging yang biayanya harus ditanggung swadaya.

“Seharusnya ketika ada kasus langsung menggelar rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama stakeholder lainnya di kecamatan Sumberjaya. Sampai sekarang permohonan Abate pun tidak kunjung dibagikan,” tegas Wawan ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/6).

Wawan mengakui, pemdes tidak bisa berbuat lebih. Sejauh ini, ia hanya sebatas mengimbau masyarakat dan melakukan gerakan Jumat Bersih (Jumsih).

“Kami sudah mengajukan fogging. Padahal surat pemberitahuan itu kan masing-masing pegang karena ada tembusan dari RS ke Dinkes, Puskesmas maupun Pemdes. Tapi sampai sekarang tidak ada balasan,” keluhnya.

Wawan mengaku siap membayar petugas fogging. Pernah suatu ketika, Pemdes mengusulkan untuk pembelian obat abate. Namun hal itu tidak diperbolehkan karena abate tidak dijualbelikan.

Selain menunggu fogging dari instansi terkait, Wawan pun berupaya untuk mengajak masyarakat lebih peduli pada lingkungan. Sehingga perkembangbiakan nyamuk aedes aegypty bisa ditekan. (ono)