Dewan Nilai PPDB Jalur Zonasi Gagal

CIREBON – DPRD Kabupaten Cirebon menolak jika ada rencana PPDB tahap lanjutan. Dewan menilai PPDB tahap dua atau jalur zonasi gagal dan tidak cocok dilaksanakan di Kabupaten Cirebon.

“Jelas kami menolak jika ada PPDB tahap lanjutan,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Rasida Edi Priyatna kepada Radar Cirebon, Rabu(11/7).

Menurut Rasida, ribuan kuota yang tidak terserap kemarin, agar bisa melanjutkan pendidikan di SMP swasta. “Kan ada SMP swasta. Kasihan swasta juga membutuhkan siswa, jangan dipaksakan,” jelasnya.

Dia meminta Disdik melakukan evaluasi total dalam PPDB untuk persiapan di masa mendatang. Karena PPDB zonasi kali ini dianggal gagal.

“Kita minta Disdik harus evaluasi total pelaksanaan PPDB tahap zonasi ini. Karena kami perhatikan zonasi ini belum berhasil,” ungkapnya.

Bagi Rasida, zonasi ini belum cocok diterapkan di Kabupaten Cirebon. Karena banyak desa terutama wilayah perbatasan susah mendaftarkan penduduknya, akibat posisinya jauh dari sekolah. Kondisi ini juga sebagai fakta bahwa keberadaan SMP negeri ini belum merata.

Oleh karena itu, dia mendesak Disdik agar mengubah skema PPDB untuk tahun selanjutnya. Dia mengaku setuju penerapan zonasi, namun yang menjadi catatannya adalah, kuotanya pada tahun 2019 ini terlalu besar.

Harusnya, Disdik juga membuat jalur prestasi atau NEM dengan kuota 50 persen. Ini sebagai salah satu cara untuk menghargai perjuangan siswa dalam memperoleh nilai NEM yang tinggi. “Dalam waktu dekat, kita akan segera memanggil Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi,” ucapnya. (den)

 

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait