Di Era Revolusi Industri 4.0, Mau Jadi Karyawan atau Pengusaha?

YANTO-3
MOTIVASI: CEO Radar Cirebon Group Yanto S Utomo memberi motivasi di hadapan ratusan calon sarjana Unswagati dalam acara Workshop dan Bimbingan Karir era Industri 4.0, Rabu (9/1). Foto: Dedi Haryadi/radarcirebon.com

CIREBON-Unswagati Cirebon menggelar Workshop dan Bimbingan Karir bertema Sukses Meniti Karir di Era Revolusi Industri 4.0 di kampus 1 Unswagati Cirebon, Rabu (9/1).

Kegiatan ini menghadirkan pembicara yakni Ketua Perhimpunan Muda Indonesia H Akir Saputra, Deputi Direktur USAID YEP Rolly Aruna Damayanti, dan CEO Radar Cirebon Group Yanto S Utomo.

Workshop dan Bimbingan Karir mendapat antusias puluhan mahasiswa-mahasiswi semester akhir dan seluruh calon wisudawan-wisudawati yang menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Perhimpunan Muda Indonesia H Akir Saputra di hadapan peserta workshop menyampaikan pengalamannya mulai dari seorang karyawan menjadi pengusaha sukses.

“Mau jadi karyawan atau pengusaha? pasti bingung untuk menjawabnya ya, apalagi sama mahasiswa tingkat akhir yang nunggu itungan hari untuk diwisuda. Semua seneng waktu wisuda utamanya keluarga apalagi ibu bapak, ngeliat anaknya lulus wisuda dan sarjana, nah tapi katanya banyak yang bilang justru kalau sudah di wisuda jadi bingung mau apa dan jadi apa?,” katanya sambil sedikit bercanda.

Menurutnya, untuk menjadi seorang pengusaha harus mempunyai keahlian. “Untuk memulainya, kita harus punya mimpi yang tinggi untuk menjadi pengusaha sukses. Intinya, kita harus mempunyai keahlian kreatifitas untuk menciptakan ide-ide dan inovasi yang cermelang,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Direktur USAID YEP Rolly Aruna Damayanti menuturkan, selain nilai akademis, ternyata perusahaan lebih memperhatikan keahlian para pelamar kerja di luar akademis seperti kreatifiatas, dan lainnya.

“Bagaimana sih kriteria yang ingin dicari oleh perusahaan-perusahaan? Apa saja yang mereka pertimbangkan saat menyeleksi resume-resume lamaran kerja? nah, selain pengalaman memiliki pengalaman teknis, perusahaan juga mencari calon pekerja yang baik sikap prilakunya dan kemauan yang besar untuk bekerja,” tuturnya.

Kemudian, CEO Radar Cirebon Group Yanto S Utomo mengatakan, untuk bekerja non formal jangan terpaku terhadap ijazah dan tidak terpaku dengan gaji.

“Ketika kita bekerja memang sebaiknya seperti pemilik. Namun, Care kita harus lebih tinggi daripada hanya sekadar skill dan pengetahuan. Nah, Care inilah yang akan menentukan karir seseorang. Di era sekarang tak perlu pusing dengan era revolusi industri 4.0. Yang penting anda mulailah sesuatu, nanti itu pasti akan mengikuti,” katanya.

Ditambahkannya, mimpi menjadi sukses itu baik, namun harus ditempuh dengan terstruktur dan terukur.

Masih di tempat yang sama, Rektor Unswagti Cirebon Dr H Mukarto Siswoyo MSi menyebutkan, bagi para calon pencari kerja maupun yang akan masuk ke dunia wirausaha harus terlebih dahulu mengetahui situasi dunia kerja dan usaha seperti apa saat ini, juga harus bagaimana.

“Di era revolusi industri 4.0, pada 5-10 tahun akan datang, ada 7 jenis pekerjaan yang akan hilang, yakni menjadi pegawai pos, sebagai pustakawan, pegawai fast food, sebagai kasir, travel agent manual, dan yang terakhir adalah telemarketing,” sebutnya. (rdh)