Di Story Time, Bunda Literasi Bacakan Cerita untuk Anak-anak

Wakil Walikota Cirebon yang juga Bunda Literasi Eti Herawati, berinteraksi dengan anak-anak di sela membaca dongeng di Perpustakaan 400. FOTO:NOVRILA MAYANG P/RADAR CIREBON
Wakil Walikota Cirebon yang juga Bunda Literasi Eti Herawati, berinteraksi dengan anak-anak di sela membaca dongeng di Perpustakaan 400.FOTO:NOVRILA MAYANG P/RADAR CIREBON

CIREBON-Program story telling Perpustakaan 400 kedatangan tamu spesial. Bunda Literasi A.K.A Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati turut hadir. Bukan hanya itu, Bunda Literasi juga turut ambil bagian bersama dengan anak-anak yang hadir dalam program tersebut.

Story time digagas Perpustakaan 400. Untuk membudayakan membaca kepada anak-anak. Kehadiran Bunda Literasi tentu jadi daya tarik tersendiri. Apalagi wakil walikota ikut ambil bagian membaca cerita. “Anak-anak harus diperkenalkan dengan membaca. Dongeng itu merangsang otak anak untuk semakin kreatif dan imajinatif,” ujar Eti kepada Radar Cirebon.

Dengan dongeng anak-anak dituntut untuk mendengarkan cerita dan membayangkannya. Dari sana, pemberian pendidikan literasi akan terus berkembang. Eti mengapresiasi program ini. Lewat story time yang sasarannya adalah anak usia dini, ada stimulan pada anak agar gemar membaca, kreatif, inovatif dan imajinatif. Karena literasi tidak sebatas perpustakaan saja, tapi banyak hal yang bisa dilakukan.

Untuk menyebarkan luaskan virus literasi ini, Pemerintah Kota Cirebon akan memperluas pojok baca di masing-masing mall dan layanan publik. Tidak berhenti sampai di sana, Eti juga bergerak memperluas pojok baca untuk masuk dalam lingkungan RW di wilayah Kota Cirebon. “InsyaAllah target 2019 ini pojok baca atau ruang baca ini akan mulai masuk ke lingkungan RW. Jadi kita wajibkan setiap RW ada pojok bacanya,” tuturnya.

Ety mengaku, sudah membuat jaringan Bunda Literasi di tingkat kelurahan dan kecamatan yang pekan depan sudah bisa dilantik. Nantinya, sebanyak 27 Bunda Literasi kelurahan dan kecamatan. Mereka yang akan menjadi agen untuk menggenjot minat baca di tingkatan kelurahan dan kecamatan. (myg)