Dianggap Menistakan Agama, Ustad Abdul Somad Beri Klarifikasi saat Hadir di Cirebon

Ustad Abdul Somad (UAS) menyampaikan ceramah dalam kegiatan bertajuk kuliah umum dan tablig akbar di Kampus UGJ. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Ustad Abdul Somad (UAS) menyampaikan ceramah dalam kegiatan bertajuk kuliah umum dan tablig akbar di Kampus UGJ. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

POLISI MASIH ANALISIS

Dari Jakarta, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengaku belum bisa memberikan komentar terkait penanganan laporan kasus hukum yang menyeret UAS. “Untuk saat ini saya belum bisa bicara apapun. Kami masih menunggu Bareskrim yang nanti akan memberikan penjelasannya gimana. Sehingga dari situ baru saya bisa sampaikan informasi terkait hal itu,” kata Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/8).

Dedi sendiri tak menampik jika pelaporan dugaan ujaran kebencian dengan terlapor UAS mengenai isi ceramah yang membahas patung (salib) itu memang dilaporkan dan kini ditangani Bareskrim Polri. Namun demikian, hingga kini penyidik masih melakukan analisis terkait laporannya.

“Jadi, ini kan penyidik masih tahap analisis dari laporan tersebut. Jadi, memang penyelidikannya itu belum, karena tim penyidik masih melakukan pengkajian atau analisa penelaahan lebih lanjut soal laporan itu. Dan setahu saya, total pelaporan di Bareskrim ada dua,” jelas Dedi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut kalau pihaknya juga menerima adanya laporan terkait ceramah UAS. Namun demikian, hingga kini penyidik masih mempelajari laporan yang masuk tersebut. “Ya, ada banyak laporan yang masuk, tidak cuma satu. Tapi saat ini masih dalam tahapan analisa oleh penyidik. Kita lihat nanti seperti apa hasilnya,” kata Argo.

Adapun berdasarkan informasi, laporan terhadap UAS masing-masing dilayangkan ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Pertama, UAS dilaporkan perkumpulan masyarakat Batak, Horas Bangso Batak (HBB) dengan pelapor, Netty Farida Silalahi. Laporan itu tertuang pada nomor laporan polisi LP/5087/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 19 Agustus 2019. Pelapor dalam hal ini Netty sendiri dan terlapor Ustad Abdul Somad. Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 156 KUHP terkait ujaran kebencian.

Kemudian Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Laporan itu diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/0725/VIII/2019/BARESKRIM tertanggal 19 Agustus 2019. Di mana, dalam laporan tersebut, tertera nama UAS sebagai terlapor. Selain GMKI, UAS juga dilaporkan Presidium Rakyat Menggugat (PRM). Laporan itu diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/0727/VIII/2019/BARESKRIM. Sisanya, UAS juga dilaporkan ke Polda Jawa Timur dan Polda NTT terkait dengan kasus serupa. (den/abd/mhf/gw/fin)

Halaman: 1 2

Berita Terkait