Didik Hafal Alquran sejak Dini

Tahfiz-Quran-(2)
WISUDA TAHFIZ. Sekda Dian Rachmat Yanuar menghadiri wisuda tahfiz yang digelar SD Tahfiz Graha Quran, kemarin. Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN – SD Tahfiz Graha Quran melakukan wisuda bagi para peserta didiknya yang telah hafal Alquran Juz 28, 29, dan 30. Tentunya, hal ini menjadi komitmen untuk mendidik anak-anak sejak dini agar hafal Alquran.

Komitmen ini tak lepas dari peran serta Yayasan Karya Abdi Negara Kabupaten Kuningan, di bawah naungan DP Korpri Kuningan yang mengadakan layanan pendidikan sekolah Tahfidz Graha Quran. Wisuda ini juga dihadiri langsung Sekda Kuningan Dian Rachmat Yanuar, yang menjabat pula sebagai Ketua DP Korpri Kuningan.

“Alhamdulillah hari ini kita telah mewisuda dan melahirkan peserta didik menjadi hafidz dan hafidzoh, yang diwujudkan dalam satu kegiatan yakni Wisuda Tahfidz Quran Juz 28, 29, dan 30,” kata Kepala Sekolah SD Tahfiz Graha Quran, Nurhendra, saat memberikan keterangan persnya, Minggu (22/9).

Tak lupa, pihaknya berterima kasih, sebab mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Hal ini dilihat sebagai wujud nyata pemberian kontribusi terhadap peningkatan mutu SDM, sesuai visi misi pemerintah daerah menuju Kuningan Maju (Makmur, Agamis, Pinunjul).

“Kita juga bersyukur acara ini dihadiri pula Pembina Yayasan karya Abdi Negara yakni Pak Sekda Dr Dian Rachmat Yanuar. Semoga kedepan kita terus memberikan yang terbaik, karena kita memiliki guru-guru muda yang kaya akan inovasi,” ujarnya.

Sementara Sekda Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengucapkan selamat atas prestasi sebagai hafiz dan hafizah di usia yang sangat muda. Semoga acara wisuda ini bukan sebatas seremonial saja, melainkan sebagai pertanda atas keberhasilan para siswa melalui kerja kerasnya sebagai langkah awal membentuk generasi qurani selaras dengan visi Kuningan Maju.

“Membentuk kecintaan siswa terhadap kitab suci Alquran merupakan pondasi yang sangat penting. Tentu dengan harapan bahwa generasi kita menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, namun memiliki kecerdasan emosial yang diperkuat dengan nilai-nilai ke-Islaman,” ungkapnya.

Dia menilai, keseimbangan kecerdasan akan menjadi sumber kebijakan intuitif bagi sebuah pribadi yang mumpuni. Kecerdasan emosional mampu menyalakan kreatifitas, membuat jujur dengan diri sendiri, memberikan panduan nurasi bagi hidup dan kehidupannya.

“Kami memiliki harapan yang besar terhadap SD Tahfidz Graha Quran ini. Yakni dengan cara terus menerus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat kabupaten Kuningan, khususnya dalam hal penanaman keimanan dan membentuk kharakter azasi,” terangnya.

Menurutnya, sedini mungkin para siswa dibekali dengan sebuah landasan ideologi kuat berupa keimanan yang mendalam. Internalisasi keimanan pada diri anak harus tertanam mendalam di sanubarinya, sehingga dapat menjadi kekuatan yang hebat walaupun badai tantangan global menerpa.

“Membentuk karakter anak dengan berbasis agama, karena yakin bahwa agamis yang sanggup membentengi pengaruh negative dari berkembangnya teknologi informasi. Maka sejak kecil kita harus membentuk karakter asasi yaitu sebuah karakter yang mampu menjadi benteng terhadap pengaruh buruk di jamannya,” tutupnya. (ags)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait