Diduga Depresi karena Sakit Tak Sembuh, Warga Desa Lurah Nekat Gantung Diri

ILUSTRASI

CIREBON-Wahyudi (41) pilih jalan pintas. Warga Blok Desa, RT 05 RW 02, Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, itu memilih gantung diri (gandir). Jasadnya diketahui pertama kali oleh kakaknya, Nurmi, Kamis malam (18/4) sekitar pukul 18.00.

Saat itu Nurmi baru pulang kerja dan masuk melalui pintu belakang rumah. Dia kaget sudah masuk waktu magrib, seisi rumah masih gelap. Lampu belum dinyalakan. Nurmi pun menyalakannya. Di situlah dia kaget tiba-tiba melihat tubuh adiknya dalam kondisi kaku gantung diri.

Nurmi pun menjerit, lari meminta tolong kerabat untuk segera menurunkan korban dan sesegera mungkin memberikan pertolongan medis. Namun demikian, Wahyudi tak tertolong. “Korban meninggal gantung diri. Diduga depresi karena mempunyai penyakit paru-paru selama bertahun-tahun (tidak sembuh). Dia tinggal di rumah kakak kandungnya,” kata Yadi (410), aparat Desa Lurah.

Anggota Polsek Depok juga datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi. Pihak keluarga mengikhlaskan yang terjadi pada Wahyudi, sehingga meminta langsung mengurus pemakaman. “Keluarga membuat surat penyataan untuk tidak dilakukan otopsi,” kata Kapolsek Depok AKP Sakur.

Kapolsek menjelaskan, korban meninggal dunia dalam posisi menggantung pada besi yang melintang di dalam rumah. Pada leher korban terlilit kabel berwarna hitam.

“Kejadian diketahui pertama oleh kakak korban bernama Nurmi. Dibantu kerabat, mereka langsung menurunkan korban. Menurut Nurmi, korban ini sudah mengalami depresi dan diketahui mengalami sakit paru-paru menahun dan muntah darah. Bahkan, sebelumnya korban juga pernah mencoba gantung diri,” jelas kapolsek. (cep)