Diduga Terobos Perlintasan, Pemotor Tewas Disambar KA

Kendaraan roda dua yang dinaiki Ruswan (38) rusak parah setelah disambar kereta, Kamis (26/9) dini hari. Korban sendiri terseret dan meninggal di lokasi kejadian.FOTO:IST/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Diduga nekat terobos palang pintu perlintasan kereta api (KA) di Desa/ Kecamatan Jatibarang, Ruswan (38), warga Desa Tegal Girang Kecamatan Bangodua, yang mengendarai sepeda motor matic bernopol E 2984 QE tersambar KA Taksaka Jurusan Surabaya-Jakarta.

Akibatnya, korban terpental sejauh 20 meter dan langsung tewas seketika di lokasi kejadian, Kamis (26/9), sekitar pukul 01.15 WIB dini hari. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, saat itu korban melintas Jalan Raya Siliwangi Jatibarang, dan hendak menyebrangi palang pintu perlintasan yang saat itu sudah dalam keadaan tertutup, karena ada kereta api (KA) Taksaka jurusan Surabaya-Jakarta melintas.

Meski kondisi palang pintu sudah tertutup korban masih nekat menerobos. Nahas, di saat bersamaan jarak KA yang melaju cepat dan terlalu dekat membuat korban langsung tersambar dan terpental sejauh 20 meter.

“Nerobos palang pintu, padahal sudah tertutup. Mungkin bisa saja karena malam kan arus lalu lintas kendaraan di jalan sepi sehingga korban berani terobos. Padahal, jarak kereta beberapa meter lagi di depan. Karena KA sedang cepat langsung terpental,” kata warga sekitar, Farel (27).

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki melalui Kapolsek Jatibarang AKP Noneng Sukarna membenarkan insiden pemotor yang terserempat KA. Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi, korban nekat menerobos palang pintu perlintasan KA Jatibarang yang sudah dalam kondisi tertutup.

Akibatnya, korban terpental sejauh 20 langsung meninggal dunia karena luka berat yang dialami. Selain itu, sepeda motor yang dikendarai korban juga rusak. “Menerima laporan, kita langsung berkoodinasi dengan pihak Puskesmas Jatibarang untuk mengevakuasi korban yang sudah meninggal dibawa ke RSUD Indramayu. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi menerima apa yang terjadi pada korban sebagai takdir,” bebernya. (oni)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait