Dilepasliarkan, Slamet Ramadan si Macan Kumbang Jadi Penghuni Baru Gunung Ciremai

MACAN-KUMBANG2
Slamet Ramadan si Macan Kumbang dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Selasa (9/7). Screenshot/radarcirebon.com

ADA penghuni baru di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Dilepasliarkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Selasa (9/7). Yakni Macan Tutul Jawa warna hitam atau biasa disebut Macan Kumbang. Nama latinnya Panthera Pardus Melas. Sifatnya masih liar. Kok namanya Slamet Ramadan?

Macan ini sebelumnya tertangkap di Kabupaten Subang, sekitar sebulan lalu. Pelepasliaran dilakukan di kawasan TNGC, tepatnya di Site Leuweung Saeutik, Blok Gunung Dulang, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Sekitar 1 kilometer dari objek wisata Bukit Seribu Bintang.

Sebelum dilepasliarkan, selama satu bulan mendapat penanganan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga, Sukabumi. Proses pelepasan sendiri dimulai dari penjemputan Macan Kumbang ke PPS Cikananga, Sukabumi, pada 8 Juli.

Kemudian macan dibawa malam hari dan tiba di kawasan TNGC pada Selasa pagi (9/7). Setelah sempat diistirahatkan beberapa jam di kawasan wisata Bukit Seribu Bintang, akhirnya Macan Kumbang yang terkurung dalam kandang besi itu pun dibawa ke lokasi rilis, yakni di Blok Gunung Dulang.

Butuh waktu satu jam perjalanan untuk membawa Macan Kumbang jantan berusia sekitar enam tahun tersebut ke titik lokasi pelepasliaran. Bobot kandang besi yang lebih berat dibanding tubuh macan membuat tim evakuasi yang terdiri dari masyarakat, para aktivis, dan relawan harus berkali-kali bergantian memikul kandang menuju titik rilis. Apalagi kawasan itu menanjak dan berbatu.

Akhirnya, sekitar pukul 12.30 WIB, proses pelepasliaran pun dilakukan. Tempat pelepasliaran yang dilaksanakan di celah bukit Blok Gunung Dulang dengan samping kiri dan kanan ditutup pagar plastik hitam membentuk huruf U.

Dibuat sedemikian rupa agar sang macan saat keluar kandang langsung menuju hutan. Proses pelepasliaran ditandai dengan penarikan tali pengikat pintu kandang oleh Kepala BKSDA Jawa Barat Ami Nurwati didampingi Kepala Balai TNGC Kuswandono. Posisi keduanya dan tim berada dari titik aman belakang kandang yang jaraknya sekitar 50 meter.

Tak butuh waktu lama bagi sang macan keluar dari kandang sesaat setelah kepala BKSDA menarik tali pintu kandang. Setelah menunggu sekitar 10 menit, terlihat sang macan keluar dari kandang, kemudian berjalan perlahan meninggalkan lokasi rilis dan langsung masuk ke hutan.

“Alhamdulillah, Slamet Ramadan si Macan Kumbang yang tertangkap di Subang sudah kita lepasliarkan di kawasan Gunung Ciremai. Semoga dia bisa langsung beradaptasi dan hidup normal serta menambah populasi Macan Tutul Jawa di Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai tempat tinggalnya yang baru,” ungkap Ami kepada awak media usai melakukan pelepasliaran.

Ami mengatakan, sekalipun sempat menjalani perawatan di PPS Cikananga selama sebulan, namun kondisi macan itu masih mempunyai sifat liar. Sehingga Slamet Ramadan bisa langsung dilepas ke alam bebas.
“Macan Kumbang ini ditangkap di Subang, bertepatan saat bulan Ramadan lalu. Sehingga diberi nama Slamet Ramadan,” ungkap Ami. (fik)

Lihat penampakan Macan Kumbang di sini: