Dinkes Kabupaten Cirebon Imbau Waspada Penyakit Leptospirosis

Ilustrasi

CIREBON-Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon meminta masyarakat waspada penyakit leptospirosis. Pasalnya, penyakit tersebut disebabkan bakteri leptospira, yang terbawa pada hewan seperti tikus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana mengatakan, bakteri tersebut biasanyaberada di daerah rawan banjir. Maka, masyarakat harus waspada terhadap penyakit tersebut. Sebab, penyakit ini termasuk mematikan jika tidak ditangani dengan cepat.

“Yang patut diwaspadai yaitu leptospirosis atau bakti yang timbul dari air seni tikus. Bakteri ini masuk melalui tubuh yang terluka. Penderita akan mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, sakit perut, nyeri pada hati dan ginjal,” ujarnya kepada Radar Cirebon

Menurutnya, cara pencegahan dengan tetap menggunakan spatu boot, masker, sarung tangan dan pelindung lainnya. Selain itu makan makanan yang higenis dan bersih yang tidak tercemar oleh bakteri mematikan. “Antisipasi yang dilakukan dengan tetap menggunakan pelindung badan dan menjaga pola makan terutama makanan yang bersih dan higenis,” terangnya.

Selain mewaspadai penyakit itu, kata Nanang, penyakit yang sering terjadi saat dan pasca banjir antara lain diare, gatal-gatal dan batuk pilek. Adapun langkah yang diambil pasca banjir biasanya memberikan kaporit pada sumur atau air yang digunakan untuk kebutuhan sehari – hari.

Kaporit dapat menetralisir bakteri yang masuk pada air bersih usai banjir. “Upaya lainnya dengan memberikan obat-obatan seperti oralit, salep gatal, zink dan antibiotik,” pungkasnya. (sam)