Dipanggil Tidak Menjawab, Innalillahi…Suami Temukan Istrinya Gantung Diri

Polisi memeriksa kamar Nuriawati (30) yang dijadikan tempat gantung diri. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
Polisi memeriksa kamar Nuriawati (30) yang dijadikan tempat gantung diri.FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON–Seorang ibu rumah tangga (RT) bernama Nuriawati (30) warga RT/RW 03, Blok Paleben, Desa Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon ditemukan gantung diri (gandir) di dalam kamarnya, Senin (11/2). Korban mengakhiri hidupnya diduga karena tidak kuat dengan penyakit jantung yang sudah bertahun-tahun dideritanya.

Kapolsek Talun Eddie Mulyana mengatakan, korban mengahiri hidupnya menggunakan tali tambang warna merah. Diketahui kali pertama oleh suaminya Bhukori (29) sekitar pukul 11.00 WIB. Bukhori yang baru pulang, memanggil istrinya. Namun, tidak menyahut.

Bukhori curiga dengan kamar yang dalam keadaan terkunci, sehingga langsung didobraknya. Kaget dan syok melihat istrinya dalam kondisi sudah tergeletak di lantai dengan posisi leher terlilit tali tambang berwarna merah.

Bukhori segera meminta tolong kepada saudara dan tetangganya. Dia meminta tolong saudaranya Agus Sutadi dan perawat puskesmas Desa Sendang, Sudirman. Saat dilakukan pengecekan, korban mengalami mendapati luka jeratan di leher dan dipastikan sudah meninggal dunia.

Setelah diperiksa perawat puskesmas dan jenazah sudah dimandikan, tidak lama kenudian, petugas Polsek Talun datang. “Kita mendapatkan informasi dari masyarakat langsung ke lokasi kejadian. Tapi jenazah sudah dalam kondisi dikafani karena pihak keluarga tidak cepat melaporkan ke kami,” ujar kapolsek.

Di lokasi kejadian, polisi langsung melakukan olah TKP dengan mengecek kondisi jenazah korban. Polisi juga memeriksa tali dan bekas kunci yang didobrak serta  barang bukti lainnya. Selain itu, beberapa saksi yang ada di lokasi kejadian juga dimintai keterangan.

“Dari pemeriksaan saksi dan keterangan keluarga, korban nekat karena mempunyai riwayat sakit jantung yang sudah menahun.  Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, sehingga kita buatkan surat pernyataan,” kata kapolsek. (cep)