Disdik Sebut Setiap Guru Harus Menulis Buku

Kadisdik Jaja Sulaeman, Sekdisdik Adin Imaduddin, dan Komunitas Gelem Maca, foto bersama CEO Radar Cirebon Yanto S Utomo, usai berdiskusi tentang pengembangan literasi di Kota Cirebon, Jumat (4/1). FOTO:YUSUF SUEBUDIN/RADAR CIREBON
Kadisdik Jaja Sulaeman, Sekdisdik Adin Imaduddin, dan Komunitas Gelem Maca, foto bersama CEO Radar Cirebon Yanto S Utomo, usai berdiskusi tentang pengembangan literasi di Kota Cirebon, Jumat (4/1). FOTO:YUSUF SUEBUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON–Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon terus menggelorakan semangat membaca untuk seluruh kalangan dan usia. Bersama Komunitas Gelem Maca binaan Disdik, program Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu) mulai dijalankan secara bertahap di tahun ini.

Kepala Disdik Kota Cirebon Drs H Jaja Sulaeman MPd mengatakan, komunitas Gelem Maca dibentuk oleh para guru di lingkungan Disdik Kota Cirebon. “Kami dukung penuh. Siswa dididik untuk rajin membaca,” terangnya didampingi Sekretaris Disdik Drs Adin Imaduddin Nur kepada Radar Cirebon.

Program unggulan literasi tahun ini, diharapkan sudah tercapai Sagu Sabu. Dimana, kata Jaja, setiap guru membuat satu buku. Sagu Sabu, lanjut Jaja, menambah wawasan dan keilmuan guru. Dampaknya, pembelajaran kepada siswa lebih variatif dan meningkat. Pada sisi lain, siswa digenjot untuk terus meningkatkan minat baca.

Literasi di SD dan SMP sudah berjalan. Ke depan, ujarnya, literasi siswa TK dengan pola yang disesuaikan. Sehingga, sejak dini anak diajarkan gemar membaca. Hal ini upaya mencetak generasi berkualitas di masa depan. “Pendidikan investasi masa depan. Kita berikan bekal yang terbaik untuk generasi penerus,” ucapnya bijak.

Ketua Komunitas Gelem Maca Lilik Agus Darmawan SPd MM menjelaskan, siswa literasi ditantang membaca minimal 24 buku dalam 10 bulan. Para orangtua antusias mendorong anaknya agar menyelesaikan tantangan itu. Bahkan, ada siswa yang sampai membaca 150 buku dalam 10 bulan. Setelah melewati tantangan itu, para siswa literasi akan mengikuti wisuda.

Pada sisi lain, guru mendapatkan tantangan untuk menulis. Bahkan, komunitas Gelem Maca bersama Disdik membuat program Sagu Sabu, satu guru membuat satu buku. Dengan membuat satu buku, kata pria yang juga Kepala SMPN 1 Kota Cirebon ini, otomatis menuntut guru untuk lebih banyak membaca sebagai bahan referensi. Pada akhirnya, ucap Lilik, budaya membaca yang tumbuh antara guru dan siswa, menjadi perpaduan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Cirebon. (ysf)

Berita Terkait