Ditinggal ke Sawah, Rumah Warga Legok Ludes

rumah-warga-kebakaran
Rumah milik Udin (54) warga Dusun Pahing RT 01 RW 02 Desa Legok, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, ludes terbakar, Selasa (11/6) pagi. Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN – Musibah kebakaran kembali terjadi. Kali ini menimpa rumah milik Udin (54) warga Dusun Pahing RT 01 RW 02 Desa Legok, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Selasa (11/6) pagi. Rumah permanen berukuran 54 m2 itu rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.

Penyebab terbakarnya rumah Udin diduga karena penghuni rumah lupa mematikan tungku dapur yang ditinggal pergi ke sawah. Api dengan cepat menjalar ke bagian lain.

Berdasarkan data yang dihimpun, pemilik rumah biasanya setiap pagi pukul 07.00 selalu menyalakan tungku dapur untuk keperluan memasak. Lalu memasuki pukul 08.00 WIB pagi, rumah ditinggalkan kosong karena penghuni pergi ke sawah.

Namun saat waktu menunjukkan pukul 09.30 WIB pagi, salah seorang warga setempat Wahid (56) yang tak lain tetangga korban, melihat api sudah membesar dari bagian dapur. “Ya tiba-tiba saja api sudah besar dari rumah Pak Udin, itu dari arah dapur. Langsung saya teriak panggil warga,” kata Wahid.

Dia bersama-sama dengan warga lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sedangkan pemilik rumah saat itu belum mengetahui jika rumahnya terbakar. “Nggak tahu, pemilik rumah kan lagi keluar ke sawah biasanya kalau pagi. Jadi, tahu-tahu pas api sudah dipadamkan, tapi rumahnya juga udah seperti ini,” sebut dia.

Sementara Plt Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, M Khadafi Mufti SPd MSi mengatakan, akibat musibah kebakaran kerugian yang dialami korban kurang lebih Rp59 juta. Sebab akibat kebakaran hanya menyisakan puing-puing bangunan rumah saja. “Kejadian kebakaran ini baru dilaporkan oleh aparat Desa Legok ke Kasi Trantib Kecamatan Cidahu, kemudian disampaikan laporan melalui pesan singkat/whatssapp,” terangnya.

Namun pihanya sangat menyayangkan karena saat terjadi kebakaran, warga atau aparat desa tidak langsung menghubungi kantor UPT Pemadam Kebakaran di nomor (0232) 871113. “Jika terjadi kebakaran, segera laporkan ke kantor UPT Damkar Kuningan. Layanan ini gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” tegas Khadafi.

Khadafi juga mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran melalui peran serta aktif dari pihak pemerintahan setempat. Misalnya menyediakan sistem proteksi kebakaran di lingkungan masing-masing, seperti penyuluhan bahaya kebakaran dan penyediaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di setiap dusun atau blok di wilayahnya.

“Kami kirim  dua orang anggota Damkar ke lokasi kejadian untuk  mengetahui langsung penyebab kebakaran, dan untuk memastikan  kebakaran aman. Sebab berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada korban jiwa,” tutupnya. (ags)