DKOKP Tak Sepakat Gunakan Pilgrimage

ilustrasi

CIREBON-Usulan tagline pariwisata Kota Cirebon “The City of Thousand Pilgrimage”, mengundang pro kontra. Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) ingin yang lebih sederhana dan mudah diingat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKOKP Edy Bagja Rohaedi meminta agar penetapan branding tidak terjebak dengan penggunaan bahasa Inggris. “Sampai sekarang, branding belum ada yang pasti. Dan sepertinya bisa pakai Bahasa Indonesia. Bahasa daerah malah lebih baik,” ucapnya kepada Radar Cirebon.

The City of Thousand Pilgrimage dinilai terlalu kompleks. Juga belum merepresentasikan potensi sesungguhnya dari Kota Cirebon. Edy menambahkan, penggunaan bahasa daerah maupun Bahasa Indonesia dinilai relevan dengan kondisi saat ini. Mengingat, mayoritas kunjungan wisatawan masih didominasi domestik. Di samping juga ingin menonjolkan kearifan lokal. “Kayaknya kurang menarik. Bukan berarti menolak ya,” tuturnya.

Menurut Edy, perlu pembahasan lebih seruis dalam menetapkan tagline pariwisata, yang bertujuan menjadi city branding. Sehingga tidak hanya mengusulkan saja, tapi juga mesti disepakati agar branding ini bisa menarik dan membuat penasaran bagi para wisatawan.

Apalagi Kota Cirebon memasang target 1,5-2 juta kunjungan wisatawan.  Tagline pariwisata diharapkan dapat membantu pencapaian angka kunjungan wisata. Kemudian ia juga mendorong pengembangan destinasi wisata. Sehingga tidak hanya tagline-nya. Tetapi destinasinya memang menarik.

Dia berharap agar tagline pariwisata ini, bisa dilaunching saat acara Cirebon Festival (C-Fest) yang akan digelar 16-17 Februari dan 23 Februari. Bersamaan dengan launching calendar of event. Dalam kalender wisata yang telah disusun, ada banyak materi festival yang akan dilaksanakan. Salah satunya festival kuliner Cirebon yang diagendakan di Desember nanti. (jml)