DLH Kota Cirebon Bakal Tutup TPS di Tuparev

TPS Tuparev (Gunungsari) bakal ditutup permanen DLH Kota Cirebon. FOTO:IST
TPS Tuparev (Gunungsari) bakal ditutup permanen DLH Kota Cirebon.FOTO:IST

CIREBON-Usai menutup tiga Tempat Pembuangan Sampah (TPS), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon masih melanjutkan upaya penataan.

Langkah ini ditempuh lantaran masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah di tempatnya. Selain itu, di sejumlah TPS juga sering kelebihan kapasitas,  sehingga masyarakat sekitar sering mengeluhkan bau yang tidak sedap serta wajah kota yang semakin tidak enak dipandang.

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon Soepriyanto mengatakan, penutupan permanen TPS yang dikeluhkan masyarakat salah satunya, TPS Tuparev (Gunungsari) yang lokasinya berada tepat di pintu masuk Kota Cirebon. “Segera kami tutup TPS yang membuat kumuh Kota Cirebon, ada tiga TPSS yang akan ditutup Permanen,” katanya.

Namun begitu, penutupan TPS tidak serta merta bisa dialakukan. Yanto menambahkan, penutupan permanen akan dilakukan setelah pihak DLH Kota Cirebon mendapatkan pengadaan armada baru dari bantuan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan anggaran APBD Kota Cirebon pada akhir bulan Agustus nanti. “Kami siap mengeksekusi penutupan TPS setelah menerima armada baru, InsyaAllah bulan depan kami menerima empat tambahan armada dari KLH dan Pemkot Cirebon,” katanya.

Selain itu, Yanto menegaskan, beroperasinya TPS memang menjadi peluang usaha bagi beberapa masyarakat dengan mengumpulkan barang  barang bekas. Namun, tidak ada yang menghalangi rencana penutupan TPS yang keberadaannya dianggap sudah tidak tepat.

Sebelumnya, DLH juga sudah menutup tiga TPS yang dianggap keberadaanya sudah tidak cocok lagi. yakni TPS Wahidin, TPS Bima dan TPS Kesambi. Yanto berharap, rencana penutupan TPSS di beberapa titik tersebut dapat dilaksanakan secepatnya dan mendapatkan dukungan dari masyarakat Kota Cirebon. “Kami minta dukungan dari masyarakat, agar Kota Cirebon lebih bersih lagi, kami sangat mendukung target kunjungan 2 juta wisatawan,“ ungkap Yanto. (awr)