Dokumen Muller Ancam Donald Trump

Laporan Robert S. Mueller III membatasi penyelidikan hampir dua tahun yang menghasilkan tuduhan terhadap 25 warga negara Rusia dan beberapa rekan dekat Presiden Trump. (Ilustrasi: Los Angeles Times)

This is the end of my presidency!   Demikian reaksi panik Donald Trump saat mengetahui bahwa Robert Mueller pada 17 Mei 2017 diangkat menjadi Penasehat Khusus untuk menyelidiki keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS 2016.

Sejak saat itulah, dimulai penyelidikan selama dua tahun yang berakhir dengan laporan yang dikenal dengan “Mueller Report”.

Dengan melibatkan 19 pengacara dan 40 agen FBI, Mueller mulai melaksanakan tugasnya.

Penyelidikan yang menghabiskan dana 25 juta dollar AS tersebut berjalan sangat intensif. Tim bentukan Mueller telah menerbitkan 2.800 surat panggilan penyelidikan, 500 surat izin penggeledahan, 230 tugas perekaman, menyadap 50 nomor telepon, meminta 13 bukti dari pemerintah luar negeri, dan mewawancarai 500 saksi terkait penyelidikan.

Akhirnya, setelah 675 hari bertugas, pada 22 Maret 2019, Mueller menyerahkan laporan hasil penyelidikan. Sejumlah 448 halaman laporan dalam dua volume diserahkan kepada Jaksa Agung AS, sekaligus kawan lama Mueller di Departemen Kehakiman, William Barr.

Dalam laporannya, Mueller menyimpulkan bahwa terdapat campur tangan Rusia dalam Pilpres AS 2016. Selanjutnya dinyatakan, tidak dapat disimpulkan bahwa tim kampanye Trump melakukan konspirasi atau koordinasi dengan Rusia dalam tindakan Rusia mencampuri Pilpres AS 2016.

Selanjutnya, walaupun ditemukan beberapa bukti bahwa Presiden Trump melakukan beberapa tindakan selama investigasi, hasil penyelidikan penasehat khusus tidak sampai pada kesimpulan bahwa Presiden Trump menghalangi proses hukum (obstract justice).

Akan tetapi, sebaliknya, dinyatakan juga bahwa penyelidikan juga tidak menyatakan bahwa Presiden Trump tidak melakukan apa pun selama penyelidikan berlangsung. Dengan kata lain, laporan 448 halaman tersebut sebenarnya tak menyimpulkan apa pun tentang Presiden Trump.

Oleh karena itu, patut ditanyakan, apa yang membuat Donald Trump begitu panik? Siapakah Mueller? Lebih jauh lagi, apa pentingnya “Mueller Report” ini dalam lansekap perpolitikan AS sehingga format bukunya telah menduduki best seller buku nonfiksi versi Amazon selama beberapa minggu?

Penunjukkan Robert Mueller sebagai Penasehat Khusus untuk menyelidiki campur tangan Rusia terhadap Pilpres AS 2016 bukanlah penyelidikan pertama. Terdapat sekurangnya tujuh penyelidikan resmi berhubungan dengan campur tangan Rusia. Investigasi tersebut dimulai sejak Trump belum resmi diangkat menjadi Presiden dan makin bertambah pasca-Trump resmi menjabat sebagai Presiden.

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11