Dokumen Muller Ancam Donald Trump

Laporan Robert S. Mueller III membatasi penyelidikan hampir dua tahun yang menghasilkan tuduhan terhadap 25 warga negara Rusia dan beberapa rekan dekat Presiden Trump. (Ilustrasi: Los Angeles Times)

Dalam rangkumannya, Barr melaporkan bahwa hasil investigasi Penasehat Khusus menunjukkan adanya usaha-usaha Rusia untuk memengaruhi Pilpres AS 2016 dan dokumen hasil pencurian yang dihubungkan dnegan usaha tersebut.

Dalam rangkumannya, Barr melaporkan bahwa tim investigasi tidak menemukan bahwa tim kampanye Trump atau orang lain yang diasosiasikan dengan tim kampanye Trump melakukan konspirasi atau koordinasi dengan Rusia dalam usaha untuk campur tangan terhadap pilpres AS 2016.

Barr melengkapi laporannya dengan menunjukkan dua cara campur tangan Rusia dalam memengaruhi pilpres AS 2019, lewat kampanye media sosial dan penyebaran informasi hasil peretasan komputer.

Terhadap volume kedua laporan Mueller, Barr menunjukkan bahwa walaupun tak ada kesimpulan bahwa Presiden melakukan tindakan kriminal menghalangi proses hukum, tetapi hasil laporan juga tidak menyatakan sebaliknya. Barr menjelaskan bahwa bukti-bukti yang ditemukan Mueller tidak mencukupi untuk mendukung tuduhan tersebut.

Menurut Barr, Penasehat Khusus tidak memberikan kesimpulan legal terhadap hasil penyelidikannya dan menyerahkan kepada Jaksa Agung untuk menilainya. Atas dasar itulah kemudian Barr menyimpulkan, bersama dengan Deputi Jaksa Agung Rod Rosenstein, bahwa bukti yang disampaikan oleh Penasehat Khusus tidak mencukupi untuk menyatakan bahwa Presiden melakukan tindakan yang menghalangi proses penyelidikan.

Tiga hari kemudian, pada 27 Maret 2019, Mueller menulis surat kritik kepada Barr. Menurut Mueller, rangkuman 4 halaman yang dibuat Barr tidak memotret konteks dan substansi secara menyeluruh terhadap penyelidikan yang dilakukan oleh Mueller yang tergambar dalam 448 halaman. Oleh karena itu, Mueller mendesak Barr untuk segera merilis hasil penyelidikannya kepada publik.

Selain itu, Barr menyatakan bahwa dalam laporannya terdapat bagian executive summary di awal setiap volume yang berjumlah total 18 halaman. Menurut Barr, rangkuman dalam laporannya dapat dibaca sebagai gambaran minimal bagi mereka yang tidak tertarik membaca secara tuntas seluruh 448 halaman hasil penyelidikannya.

Alasan Barr sangat masuk akal. Dengan asumsi kecepatan baca rata-rata 2 menit per halaman buku nonfiksi, orang yang memiliki waktu 2 jam per hari membaca membutuhkan waktu 7,5 hari untuk menyelesaikan membaca Mueller Report setebal 448 halaman.

Tak heran, anggota Kongres yang mengadakan dengar pendapat dengan Jaksa Agung William Barr tentang “Mueller Report” tak banyak berkomentar terhadap rangkuman 4 halaman yang dibawa Barr. Alasannya, mereka hanya memiliki waktu 2 hari mempelajari laporan tersebut sebelum mengadakan dengar pendapat dengan Barr. Yang patut diapresiasi adalah Barr yang mampu membuat rangkuman sepanjang empat halaman hanya dua hari setelah memperoleh laporan dari Mueller sepanjang 448 halaman.

Atas saran Mueller, pada 18 April 2019, Departemen Kehakiman merilis hasil investigasi Mueller kepada publik dalam versi aman. Dokumen tersebut telah dicoret di beberapa bagian untuk menjaga kerahasiaan karena berisi materi grand-jury dan informasi kasus kriminal yang sedang berjalan.

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11