Dokumen Muller Ancam Donald Trump

Laporan Robert S. Mueller III membatasi penyelidikan hampir dua tahun yang menghasilkan tuduhan terhadap 25 warga negara Rusia dan beberapa rekan dekat Presiden Trump. (Ilustrasi: Los Angeles Times)

Selain dicopot dari jabatan publik, pejabat yang dimakzulkan dapat juga menghadapi dakwaan pidana atau perdata sesuai pasal yang didakwakan.

Melihat proses berjenjang dari proses pemakzulan, dapat dipahami bahwa dalam sejarah AS, usaha ini belum pernah berhasil. Hanya 3 dari 44 presiden AS sebelum Trump yang pernah mengalami proses pemakzulan. Artinya, hanya 7 persen atau angka yang sangat kecil dibandingkan 93  persen presiden lain.

Angka tersebut hanya akan bertambah menjadi 16 persen ketika dibandingkan dengan presiden-presiden AS yang pernah menghadapi penyelidikan khusus seperti yang sedang dihadapi oleh Trump. Terdapat tujuh presiden AS sebelum Trump yang pernah diivestigasi langsung karena skandal-skandal yang mereka hadapi, mulai dari Richard Nixon dengan skandal Watergate sampai dengan George W. Bush dengan skandal Plamegate.

Selain harus melewati tahap yang berjenjang, pemakzulan terhadap Presiden di AS jarang terjadi karena sangat menguras waktu dan energi. Ditambah lagi, alasan kejahatan yang dilakukan presiden harus benar-benar jelas dan terbukti, entah dalam hal pengkhianatan, penyuapan, atau kejahatan berat dan pelanggaran ringan lainnya.

Di sisi lain, partai pendukung Presiden juga akan melihat dukungan rakyat terhadap proses tersebut. Apabila rakyat tidak mendukung proses pemakzulan, mereka lebih memilih untuk tidak melanjutkan seperti yang terjadi dalam kasus Bill Clinton. Oleh karena itu, usaha kubu Demokrat merongrong Trump dengan jalur konstitusi ini akan menghadapi banyak rintangan terutama di Senat yang masih dikuasai oleh Republik.

Saat ini, sentimen publik untuk memakzulkan Donald Trump belum mencapai mayoritas. Dalam jajak pendapat CNN yang dirilis pada 1 Mei 2019, hanya 37 persen responden menyetujui bahwa Trump harus dimakzulkan. Sebaliknya, mayoritas, atau sebanyak 59 persen responden menyatakan tidak perlu melakukan hal tersebut. Sisanya, 4 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11