DPMPTSP Didesak Pedagang Keluarkan Izin MTC

Sejumlah elemen masyarakat mendesak agar dikeluarkan izin untuk MTC saat audisensi dengan perwakilan DPMPTSP. FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
Sejumlah elemen masyarakat mendesak agar dikeluarkan izin untuk MTC saat audisensi dengan perwakilan DPMPTSP.FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Sejumlah perwakilan pedagang kembali melakukan audiensi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon. Dalam audiensi itu, mereka mendesak agar DPMPTSP segera mengeluarkan izin fatwa pembangunan Moize Trade Center atau Moizland Tegalgubug Cirebon (MTC).

Turut mengawal perwakilan pedagang, tokoh masyarakat dan sejumlah LSM, diantaranya Komunitas Independen Indonesia (KOPI), Gibas, Gempita, dan LSM Gawat. Sementara dari dinas, diwakili Kasi Penetapan Dadang.

Informasi yang dihimpur Radar Cirebon, dalam pertemuan Rabu (15/5), menghasilkan berita acara yang ditandatangani pihak-pihak yang hadir. Selan itu, rencananya Kepala DPMPTSP akan menemui perwakilan masyarakat , hari ini (16/5), di aula dinas setempat. Terkait, rincian pertemuan itu, Dadang tidak bersedia membeberkan keterangan lebih jauh. Dadang hanya mengatakan, bahwa kepala dinas akan menemui perwakilan pedagang langsung Kamis (16/5).

Sementara itu, Koorlap Kopi Taspin mengatakan, masyarakat mempertanyakan proses perizinan MTC. Selama ini, kata Taspin, mereka merasa di pingpong ketika menanyakan perkembangan izin MTC. “Persoalannya adalah SOP dari pelayanan perizinan yang berbelit-belit. Kami menganggap persyaratan MTC ini telah komplit, karena minggu kemarin berkas MTC dinyatakan sudah memenuhi syarat,” katanya.

Taspin mempertanyakan persoalan yang menghambat perizinan fatwa keluar. Pihaknya juga meminta DPMPTSP memberikan kepastian secara tertulis mengenai kapan akan dikeluarkannya fatwa.

Ketua LSM Gempita Ali Fiqsyiarafat  mengatakan, masyarakat menginginkan perizinan satu pintu agar lebih mudah. Akan tetapi, kata Ali, justru yang terjadi semakin dipersulit. “Kami mendesak agar izin MTC segera diselesaikan. Kalau tidak ada titik temu, ya sudah kita gerakan massa,” ancamnya.

Ditambahkan Ali, pihaknya ingin lebih menyelesaikan setiap langkah dengan kondusif. “Dinas yang telah memancing sehingga suasana menjadi tidak kondusif,” katanya. (ade)