DPRD Kota Cirebon Minta Gedung 4 Lantai

Maket plan gedung DPRD Kota Cirebon. FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
Maket plan gedung DPRD Kota Cirebon.FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON

CIREBONCoffee morning antara DPRD Kota Cirebon dengan Pemkot Cirebon, kemarin, memunculkan lagi wacana gedung baru DPRD Kota Cirebon. Para wakil rakyat berharap gedung yang dirancang 4 lantai itu segera direalisasikan. Apalagi DED (Detail Engineering Design) sudah ada sejak era kepemimpinan Ano Sutrisno (almarhum) dan Nashrudin Azis.

Ya, permintaan merealisasikan gedung baru itu mencuat di acara coffee morning yang digelar di Griya Sawala–gedung DPRD–, kemarin. Selain para wakil rakyat, hadir juga Walikota Nashrudin Azis, Wakil Walikota Eti Herawati, Plh Sekda Anwar Sanusi, para kepala dinas, serta pimpinan BUMD di Kota Cirebon.

Terkait gedung baru, awalnya dilontarkan anggota DPRD dari Demokrat, M Handarujati Kalamullah. Pria yang akrab disapa Andru itu mengatakan rencana gedung baru DPRD ini sebenarnya ada sejak tahun 2014 saat walikota dijabat almarhum Ano Sutrisno dengan wakilnya Nashrudin Azis. “Bahkan saat itu DED-nya sudah jadi,” kata Andru.

Menurut Andru, perlunya gedung baru dibangun. Apalagi gedung Setda 8 lantai sudah jadi. “Dengan kondisi gedung sekarang, anggota kami berceceran. Berharap provinsi bisa menyetujui dan anggaran dari provinsi. Kita juga pernah berkirim surat tentang pergeseran kantor Inspektorat yang nantinyta masuk dalam bagian DPRD. Karena kondisi sekarang seperti ini jadi kekurangn ruangan,” ujar Andru.

DPRD, masih kata Andru, ingin ada ruangan fraksi masing-masing. Kemudian ruang rapat yang selama ini ‘berceceran’ di bawah, nantinya lebih terintegrasi dalam rancangan gedung baru. “Kalau gedung sudah besar kita bisa lebih nyaman. Minimal ada ruang fraksi, ruang komisi, ruangan tenaga ahli. Ruangan bagian perundang-undangan saat ini tidak menampung arsip lagi. Ini perlu kita pikirkan. Komitmen kami ke depan perbaikan kinerja sehingga menghasilkan produk-produk yang baik,” tegas Andru.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD dari PAN, Dani Mardani. Ia mengatakan sebenarnya sudah dialokasikan anggaran Rp400 juta untuk DED gedung DPRD. “Bahkan kita sudah komparasi ke daerah lain dan kami merasa gedung dewan lain sudah representatif, sedangkan DPRD Kota Cirebon belum representatif. Setda punya gedung 8 lantai, tapi kami hanya minta 4 lantai. Empat lantai, tapi kualitasnya lebih bagus dari gedung Setda 8 lantai,” ujar Dani.

Masih pada coffee morning itu, dewan juga berharap ke depan rapat banmus (badan musyawarah) dihadiri sekda. “Selama ini digelar (rapat banmus) bersama eksekutif yang hadir selevel kasubag. Minimalnya sekda yang memimpin atau asisten,” kata Andru.

Sedangkan anggota DPRD dari Gerindra dr Tresnawati pada kesempatan itu menyoroti keberadaan pendidikan non formal yang menurutnya masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah. “Mohon kiranya pendidikan non formal bisa diperhatikan,” kata Tresna.

Sementara Walikota Nashrudin Azis berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif terus terbangun demi memajukan Kota Cirebon. “Kalau ada sesuatu (kritik yang ingin disampaikan, red) silakan panggil saya. Coffee morning ini menjadi forum untuk saling memperbaiki,” tandas Azis. (abd)