DPUPR Dukung Kelancaran Arus Mudik-Balik, Siapkan Jalur Alternatif

MANTAP: Jalur alternatif mudik dan balik Lebaran 2017, usai dilakukan pemeliharaan rutin.Foto: Nur Via Pahlawanita

DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cirebon, memastikan rute dan ruas jalan alternatif mudik dan balik Lebaran 2017, siap dilalui. Pemerintah Kabupaten Cirebon pun telah menyediakan jalur alternatif mudik atau balik, sebanyak 13 ruas jalan.

“Karena Kabupaten Cirebon merupakan salah satu wilayah di Jalur Pantura yang dilalui para pemudik, baik dari arah Jakarta maupun Bandung menuju ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untuk itu, kami pun menyediakan 13 jalur alternatif,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Jembatan PUPR, Teti Meirawati.

Menurutnya, pemeliharaan dan perbaikan ruas yang disiapkan sebagai jalur alternatif, secara keseluruhan telah rampung. Sehingga, pada arus mudik dan balik Lebaran, semua jalan sudah aman dan nyaman untuk dilalui pemudik.

Diketahui, jalur alternatif yang dilalui arus mudik, sebutnya, untuk wilayah barat ialah Bunder-Susukan, Kedongdong-Beringin, Jenun-Ciwaringin. Kemudian Palimanan-Kramat, Plumbon-Kenanga, Kedawung-Warungasem, Ciperna- Warungasem.

Sedangkan wilayah timur ialah Jalan Kanci-Sindanglaut, Sindanglaut-Pabuaran, Jatiseeng-Pabuaran, Gebangilir-Waled, Playangan- Bojongnegara dan Sindanglaut-Ciawigajah. “Jalur altenatif ini kondisinya baik,” terang Teti.

Tak hanya itu, Kepala UPT Peralatan dan Perbengkelan Bina Marga, R Tomy Hendrawan juga mengatakan, untuk mendukung lancarnya arus mudik dan balik, pihaknya jauh-jauh hari sudah melakukan upaya persiapan. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah alat berat di beberapa titik kerja UPT wilayah Arjawinangun, Plumbon, Sindanglaut, Ciledug, juga dua kegiatan di wilayah kerja.

“Karena H-7 sudah tidak boleh ada pengerjaan fisik (pemeliharaan rutin jalan, red), maka kami siapkan alat-alat berat untuk standby di masing-masing UPT,” ungkap Tomy.

Lebih lanjut, ujar Tomy, ada 58 alat berat yang ada di Dinas PUPR. Ke-58 alat berat ini, tiga di antaranya dalam keadaan rusak berat, sehingga tidak bisa dipakai, sedangkan 55-nya dalam keadaan baik.

“Karena telah termakan usia, tiga di antaranya tidak kami pakai. Sedangkan 55-nya masih bisa beroperasi. Alat-alat berat ini buatan tahun 1973 hingga 2017,” tutur Tomy.

Adapun ke-55 alat berat itu di antaranya mobil beko, ekskavator, ekskavator mini, tandem kombinasi, vibration plate, tamper/stamper, loader on wheel, pneumatic tire roller, dump truck , truck crane/truk, generator trans dan lain-lain.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas PUPR berperan untuk menunjang jalur strategis, jalur yang nyaman dan aman untuk dilalui. Alat berat ini standby terus, sehingga jika terjadi apa-apa petugas piket langsung sigap,” katanya. (via)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait