Dua Hari Disekap di Rumah Kosong, ABG 13 Tahun Diperkosa Berkali-kali

ILUSTRASI

CIREBON–Sungguh memilukan apa yang dialami oleh KS. Anak Baru Gede (ABG) berumur 13 tahun ini disekap selama dua hari di rumah kosong yang berada di wilayah Desa Kalianyar,  Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Gadis asal Kecamatan Panguragan itu dipaksa melayani nafsu bejat pria berinisial FD (23). Tidak hanya sekali namun hingga berkali-kali.

Informasi yang dihimpun Radar Cirebon, kasus kekerasan seksual itu berawal ketika KS dijemput temannya bernama Hendra, pada Minggu (7/4) sekitar pukul 18.30. Mereka berniat jalan-jalan. Sebelum berangkat, mampir di rumah kosong milik Hendra. Tiba-tiba, FD datang sambil marah-marah tanpa alasan yang jelas.

“FD datang dengan nafas terengah-engah karena dikejar orang. Katanya sih abis maling. FD melihat KS lalu membentaknya. Kenapa FD marah karena dulu KS sempat menolak ajakan menikah,” kata Suhardi aparat desa setempat, yang biasa disapa Gondrong.

KS ketakutan dengan raut wajah FD yang merah padam.  KS lalu masuk ke salah satu kamar dan menguncinya. Rupanya, melihat sikap  KS yang menghindar, FD semakin naik pitam. FD lalu mendobrak pintu kamar. Hendra sebagai pemilik rumah berusaha menghentikan. Namun, apalah daya, FD yang membawa senjata tajam membuat KS dan Hendra ketakutan.

“FD mendobrak pintu kamar, dan bawa senjata berjenis pedang.  FD mengancam KS aga mau melayani nafsu bejatnya. KS sempat berontak lari. Tapi, FD berhasil menarik badan korban hingga bagian punggungnya terluka lecet hingga sekarang. Kemudian FD memukul KS hingga pingsan,” cerita Gondrong.

Hendra hanya bisa melihat perlakuan keji itu dengan rasa ketakutan, lantaran FD mengancam dengan pedang terhunus. Setelah puas menikmati tubuh gadis belia itu, FD menyekap KS di kamar tersebut agar bisa melayani nafsu bejatnya setiap saat. “Sampai dua hari, KS disekap dan dipaksa melayani FD sampai empat kali di kamar itu. Keluarga korban mencari, tapi tidak ketemu,” katanya.

Salah satu temannya yang mengetahui kondisi KS nekat menjemput dan melepaskan dari sekapan FD. Kemudian mengantarnya pulang ke rumah. “Saat diantar ke rumahnya, Selasa malam (9/4) KS mengalami trauma. Nangis terus dengan kondisi uring-uringan. Akhirnya KS terus terang cerita telah diperkosa di bawah todongan pedang. Tidak hanya itu, KS membeberkan bahwa disekap di rumah kosong,” ungkap Gondrong.

Keluarga yang mendengar cerita KS sontak geram. Mereka segera mendatangi aparat desa setempat untuk melaporkan kejadian tersebut. Pada Rabu (10/4) ditemani aparat desa keluarga KS melapor ke unit PPA Polres Cirebon. “Rabu sudah kita visum di RSUD Arjawinangun dan saat itu juga laporan ke Polres Cirebon. Saya harap polisi segera menangkap pelaku, karena yang dilakukannya sangat kejam,” pinta Gondrong.

Sementara itu, Kepala Desa (Kuwu) Kaliayar Sabada membenarkan adanya kasus pemerkosaan yang terjadi di wilayah desanya. Namun, korban dan pelakunya bukan merupakan warganya. “Ya kalau di sini hanya TKP saja, di rumah kosong. Kalau korban dan pelaku bukan warga kami. Kabarnya, korban sudah laporan ke polres dengan didampingi aparat desa setempat,” katanya. (cep)