Dua Jamaah Haji Indramayu Meninggal

jamaah-haji-indramayuu
CERIA: Jamaah haji yang tergabung dalam KBIH Kepolo berfoto bersama usai melaksanakan puncak ibadah haji di Makkah. FOTO: ISTIMEWA/RADAR INDRAMAYU

Kabar duka datang dari jamaah haji asal Kabupaten Indramayu yang tergabung dalam lima kloter. Data yang dilaporkan oleh petugas haji, sebanyak dua orang meninggal dunia dari 1.883 jamaah haji saat melaksanakan puncak ibadah haji.

Laporan: Drs H Supendi MSi, Mekkah

KONDISI kesehatan jamaah haji asal Indramayu saat ini semua sehat setelah selesai melaksanakan puncak ibadah haji. Sambil menunggu jadwal pemberangkatan ke Madinah guna melaksanakan arbain, mereka sebagian beristirahat untuk memulihkan stamina dan sebagian melakuian ziarah ke sejumlah tempat bersejarah dalam perkembangan Islam yang di bawa Nabi Muhammad Saw.

Namun sebagian besar jamaah haji, mereka lebih memilih untuk memperbanyak ibadah umrah sunah dengan mengambil miqat dari Tanim dan Zi’ronah. Bahkan, ada juga yang melakukan iktikaf di Masjidilharam.

Kami bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang kebetulan ikut mendampingi jamaah haji selalu memantau dan memingatkannya untuk tidak terlalu kecapaian.

Kami didampingi Kapolres AKBP Yoris dan Kajari Abdillah  SH MH dan diantar Ketua KBIH Kepolo KH Syairozi Bilal selalu memantau kondisi jamaah dan sekaligus menyalurkan sejumlah makanan tambahaan untuk mereka. Ini sebagai bentuk perhatian Forkopimda yang kebetulan berangkat haji bareng pada 2019.

Kami juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga jamaah haji yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji. Mereka yang meninggal yaitu jamaah haji asal Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Kertasmaya.

Semoga almarhum diampuni segala dosanya serta keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan. Yang jelas kami melihat bahwa jamaah haji Indramayu saat pemberangkatan hingga melaksanakan puncak ibadah haji itu semuanya sehat dan tidak ada kekurangan apa pun.

Termasuk dengan kerja petugas haji baik dari tim kesehatan haji, petugas haji derah dan tim pemandu haji semuanya bekerja dengan profesional.

Menyinggung masalah haji, ada banyak istilah. Mulai dari tawaf, sai, tahalul, wukuf, mabit, jumrah aqabah, wustha, dan ula. Selain itu ada juga istilah lain seperti nafar awal, nafar tsani, arbain, dan banyak lagi.

Jamaah haji asal Indramayu itu ada yang mengambil nafar awal, jadi hanya mabit selama dua hari. Apa yang dimaksud dengan nafar awal dan nafar tsani? Ketua KBIH Kepolo KH Syairozi Bilal memberikan penjelasan perbedaan kedua istilah tersebut.

“Kalau nafar awal yaitu meninggalkan Mina setelah melontarkan ketiga jumrah (ula, wustha, dan aqabah) yang masing-masing dilempar sebanyak tujuh kali pada 12 Dzulhijjah,” kata Syaerozi.

Sedangkan yang dimaksud nafar tsani yaitu meninggalkan Kota Mina setelah melemparkan ketiga jumrah pada 13 Dzulhijjah.

“Kalau kita lihat jamaah kebanyakan mengambil nafar awal. Tapi ada sebagian jamaah haji Indramayu yang mengambil nafar tsani. Semuanya bagus dan tinggal kita niatnya mau mengambil apa dan tergantung kemampuan fisik kita,” ujaranya.

KH Syairozi juga menegaskan, untuk nafar awal, jamaah melontar jumrah dari 10 hingga 12 Dzulhijjah. “Sedangkan yang mengambil nafar tsani akan melaksanakan lontar jumrah hingga 13 Dzulhijjah,” jelas kiai kharismatik ini. (*)

Berita Terkait