Dua Kelompok Suporter Bola Bentrok, Punggung Pemuda Asal Kudukeras Terluka Sabetan Senjata Tajam

Korban tawuran antara antara oknum suporter di Desa Siliasih, Pabedilan dievakuasi ke RS Waled. FOTO:POLRES CIREBON FOR RADAR CIREBON
Korban tawuran antara antara oknum suporter di Desa Siliasih, Pabedilan dievakuasi ke RS Waled. FOTO:POLRES CIREBON FOR RADAR CIREBON

CIREBON–Dua kelompok oknum suporter sepak bola terlibat bentrok di Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon Jumat (15/3) malam. Akibatnya, satu korban dilarikan ke RSUD Waled untuk mendapatkan pertolongan, karena menderita luka sabetan senjata tajam di bagian punggung sebelah kanan.

Korban luka-luka tersebut diketahui MA (14) warga Desa Kudukeras Kecamatan Babakan. Pihak kepolisian pun langsung melakukan pengamanan agar insiden itu tidak meluas.

Salah seorang sumber Radar Cirebon di intenral kepolisian menyebut, saat ini kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku bentrokan yang terjadi di Pabedilan. Untuk mempermudah penanganan pihak kepolisian menggali keterangan dari korban yang saat ini dalam perawatan tim medis RSUD Waled.

“Kita masih lakukan penyelidikan, korban juga sudah kita mintai keterangan. Saat ini korban hanya satu orang. Luka bacok di punggung. Saat ini dalam penanganan medis,” ujar sumber tersebut seraya meminta namanya tdiak dikorankan.

Korban terluka karena terlibat kontak fisik  dengan sesama kelompok suporter sepak bola. Sampai saat ini belum ada laporan jatuh korban lainnya akibat insiden tersebut. “Sementara korban hanya satu, ini yang sekarang sedang ditangani. Mudah-mudahan ada keterangan yang bisa membantu kepolisian mengungkap kasus ini,” imbuhnya.

Data yang berhasil dihimpun Radar Cirebon, korban dan kelompoknya baru saja selesai nobar pertandingan di Desa Pabedilan Wetan. Saat perjalanan pulang dan melintas di Desa Silihasih, rombongan korban yang berjumlah lebih dari 100 orang dihadang oleh kelompok lainnya. Mereka langsung menyerang hingga pecah tawuran.

“Korbannya jatuh dan dikeroyok. Rupanya ada yang pakai senjata tajam. Jadi lukanya di punggung. Untung ada anggota polsek sehingga bisa dibubarkan,” beber Ahmad Sulaiman tokoh masyarakat Desa Siliasih saat dihubungi Radar, kemarin. (dri)