Dulu Dipelajari Kalangan Terbatas, Sekarang Wushu Makin Diminati Masyarakat

ist-china-town-(1)
Olahraga wushu kini semakin digandrungi masyarakat di Kota Cirebon. FOTO:WUSHU KOTA CIREBON FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Wushu kini menjadi salah satu cabang olah raga bela diri yang banyak dipelajari oleh masyarakat luas. Namun, bela diri wushu ternyata dipelajari kalangan terbatas. Demikian diungkapkan Pengurus Cabang Wushu Kota Cirebon Rali.

Dikatakan Rali, wushu pada zaman dahulu dianggap identik dengan upacara keagamaan umat Tionghoa. “Lambang Yin dan Yang serta bangunan hindu di tengah logo Yin dan Yang pada olahraga ini diidentikkan sebgaai bagian dari salah satu upacara kegamaan di bangsa Tiongkok,” ujarnya.

Pelatihannya yang digelar di klenteng juga, sebut Rali, menjadikan olaharga ini semakin tertutup dan hanya dipelajari oleh masyarakat Tiongkok. “Usai adanya film Bruce Lee, wushu akhirnya mulai dikenal. Awalnya memang lebih banyak yang mengetahui kung fu, padahal secara harfiah kung fu adalah sebutan bagi yang menguasai wushu,” tuturnya.

Lebih lanjut, dikatakan Rali, sejak akhir tahun 1992, dibentuk PBWI. “Dari situ olaharga wushu muali dikenal banyak orang dan mulai universal. Mulailah muncul para pribumi yang belajar olahraga bela diri ini,” tandasnya.

Di tahun 1993, sambungnya, untuk pertama kalinnya kejurda wushu digelar di Jawa Barat. Cirebon pun turut mengirimkan tiga atlet dalam kejurda tersebut. “Dalam kejuaraan pertama tersebut kami mengirimkan atlet wushu nan quan, dan mendapatkan 2 perak serta 1 perunggu,” terangnya.

Lalu, di tahun 1994, Cirebon mendapatkan perak dari kejurda kategori sanda wushu. “Sempat vakum di 1995, lalu di kejurda tahun 1996 hingga 1997 Cirebon berhasil mendapatkan emas dalam sanda wushu dan harapan 1 dalam taolu wushu,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, di tahun 2006, Cirebon pun berhasil mendapatkan dua perak untuk sanda wushu. “Di tahun 2010 wushu mulai masuk porda, Cirebon juga mengirimkan 9 atlet wushu dan berhasil mendapatkan 1 emas untuk toulu wushu dan 3 perak serta 3 perunggu untuk sanda wushu,” jelasnya.

Masih menurut Rali, di tahun 2014 dengan adanya pergantian kepengurusan, Cirebon pun menggelar training center bagi para pelatih wuhsu. “Ada sekita 10 pelatih wushu yang dilatih oleh pelatih wushu asli dari Tiongkok,” ujarnya.

Saat ini, perkembangan wushu di Cirebon cukup bagus. Peminatnya semakin banyak meski pelatihnya belum terlalu banyak. Pusat pelatihan dilakukan di Kelenteng Talang dan Keraton Kanoman. Selain itu, pihaknya mulai masuk melatih di sekolah-sekolah guna mengembangkan olaharaga wushu di kota Cirebon. Peminatnya sendiri saat ini lebih banyak ke sanda wushu dibandingkan toulu wushu. “Bulan Oktober mendatang Cirebon juga akan mengirimkan lima atlet wushu untuk mengikuti Porda,” pungkasnya. (apr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait