E-Samsat Naikkan PAD Rp5 Triliun

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat menghadiri Silaturahim Kapolda Jabar Bersama Tim Pembina Samsat dan Serah Terima Pemanfaatan Pos Gatur Kipas (Kiaracondong–Bypass) di Halaman Kantor Bapenda Jawa Barat, Sabtu (18/5). FOTO:BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PEMPROV JABAR
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat menghadiri Silaturahim Kapolda Jabar Bersama Tim Pembina Samsat dan Serah Terima Pemanfaatan Pos Gatur Kipas (Kiaracondong–Bypass) di Halaman Kantor Bapenda Jawa Barat, Sabtu (18/5).FOTO:BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETDA PEMPROV JABAR

BANDUNG–Untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berinovasi. Dengan memanfaatkan teknologi, Elektronik Samsat (E-Samsat) dihadirkan untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa, kehadiran E-Samsat telah membawa perubahan yang cukup signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat. Bahkan, pungutan liar yang selama ini menghantui masyarakat berangsur-angsur tergerus.

“PAD kita naik secara siginifikan, yang tadinya Rp9 triliun menjadi Rp14 triliun atau naik Rp5 triliun,” tuturnya saat menghadiri Silaturahim Kapolda Jabar Bersama Tim Pembina Samsat dan Serah Terima Pemanfaatan Pos Gatur Kipas (Kiaracondong–Bypass) di Halaman Kantor Bapenda Jawa Barat, Sabtu lalu (18/5).

Iwa juga menambahkan, kehadiran E-Samsat juga memudahkan dan mempercepat proses pembayaran pajak kendaraan bermotor. “Masyarakat tinggal menggunakan smartphone dan bertransaksi via bank (yang sudah bekerjasama) maupun via Fintech (Financial Technology),” imbuhnya.

Sementara, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengungkapkan, E-Samsat perlu dipertahankan dan ditingkatkan karena dapat mengurangi tindakan korupsi.  “Dan ini yang diharapkan oleh masyarakat, yaitu meningkatnya pendapat daerah dan bersihnya lingkungan kerja kita,” ungkapnya. (jun)