Eksotis Akan Budaya Lokal, Cirebon Dikunjungi Puluhan Wisatawan Asing

Wisatawan mancanegara belajar menari di Keraton Kacirebonan, Senin (15/7). Turis dari berbagai negara tersebut singgah di Cirebon menggunakan Kapal Pesiar Silver Discoverer. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Wisatawan mancanegara belajar menari di Keraton Kacirebonan, Senin (15/7). Turis dari berbagai negara tersebut singgah di Cirebon menggunakan Kapal Pesiar Silver Discoverer.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Beragam moda transportasi menjadi pintu gerbang menuju Kota Cirebon. Bukan hanya  via darat, perjalanan laut sebetulnya memungkinkan. Ini dibuktikan dengan singgahnya beberapa kapal pesiar di Pelabuhan Cirebon.

Yang terbaru adalah Kapal Pesiar Silver Discoverer dari Silversea yang berlabuh, Senin (15/7). Organizer Cruise Asia Ari Tampubolon menuturkan, Cirebon dipilih sebagai salah satu kota untuk berlabuh karena kekayaan budaya dan ke eksotisan kotanya. Dengan lokasi keraton yang berdekatan dan budaya yang kaya menjadikan kota Cirebon memimiliki daya tarik tersendiri terutama di mata turis mancanegara. “Budayanya eksotis dan bisa dilakukan pagelaran budaya,” katanya.

Begitu sampai Cirebon, para turis pun langsung berkunjung ke Keraton Kasepuhan, Pasar Kanoman, dan juga Keraton Kacirebonan menggunakan becak. Setelah dijamu dengan beragam tarian dan makanan tradisional di Keraton Kacirebonan, mereka pun langsung menuju Batik Trusmi untuk membatik.

Rombongan tersebut terdiri dari 80 turis mancanegara yang paling banyak berasal dari Amerika dan Australia. Berangkat dari Pelabuhan Benoa Bali, rombongan pun melakukan kunjungan ke Probolinggo, Semarang, melihat Candi Borobudur, Karimunjawa, kemudian ke Cirebon.

Dari Cirebon, perjalanan akan dilanjutkan ke daerah Kumai Kalimantan, kemudian Belitung, dan berakhir di Singapura. Perjalanan menggunakan kapal pesiar ini pun berlangsung dari Pelabuhan Benoa Bali menuju Singapura direncanakan selama 13 hari.

Sultan Kacirebonan Sultan Abdul Gani Natadiningrat mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh para wisatawan dari luar negeri. Diharapkan dengan adanya kunjungan ini bisa menjadikan Cirebon sebagai kota tujuan wisata. “Dengan momen ini diharapkan memicu adanya event-event yang digelar di Cirebon dengan skala nasional baik internasional,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan momen ini sebagai salah satu upaya pengenalan Cirebon sebagai tujuan wisata ke wisatawan mancanegara lainnya. Dalam menggenjot pariwisata Cirebon, sarana infrastruktur juga harus segera dibenahi.

Pemerintah harus mendukung agar ada upaya untuk promosi dan pembenahan. “Jangan sampai kita berkoar-koar namun infrastruktur belum siap, sehingga saat wisatawan berkunjung mereka juga akan puas,” tukasnya.

Sultan berharap para wisatawan dari berbagai negara tersebut bisa menikmati perjalanan yang indah di Cirebon, serta menyenangkan hingga kembali ke negaranya masing-masing. (apr)